![]() |
| Tangkap layar YouTube/TVR Parlemen |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Nama Tonny Tesar menjadi perhatian setelah anggota Komisi XIII DPR RI itu turut melakukan pengecekan kondisi Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia menyoroti dugaan adanya fasilitas khusus bagi warga binaan di dalam lapas.
Dalam kunjungan Komisi XIII DPR RI pada 30 September 2026, Tonny ikut memeriksa sejumlah bangunan di lingkungan Lapas Cibinong. Salah satu bangunan yang menjadi perhatian sebelumnya disebut-sebut berkaitan dengan fasilitas khusus bagi narapidana.
Tonny Tesar Cek Bangunan di Lapas Cibinong
Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan Komisi XIII DPR RI terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Komisi tersebut tengah mendalami dugaan praktik jual beli kamar dan pemberian fasilitas khusus di Lapas Cibinong.
Tonny menegaskan bahwa seluruh warga binaan seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama. Menurutnya, kemampuan ekonomi seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk memperoleh keistimewaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Ia juga menyoroti sejumlah bangunan yang dilengkapi fasilitas seperti sofa dan pendingin udara. Tonny menyatakan apabila bangunan tersebut terbukti bukan aset negara dan tidak dibangun menggunakan anggaran negara, keberadaannya perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Namanya Muncul dalam Pemeriksaan Kasus Lapas
Sebelumnya, Tonny juga mempertanyakan keputusan Ditjen Pemasyarakatan yang secara khusus mencantumkan nama Ferdy Sambo dalam paparan pemeriksaan terkait polemik fasilitas di Lapas Cibinong.
Dalam rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada 28 September 2026, Tonny meminta penjelasan mengapa nama Ferdy Sambo disebut secara spesifik, sementara pemeriksaan juga dilakukan terhadap puluhan warga binaan lainnya.
Ditjen Pemasyarakatan menyatakan sebanyak 55 warga binaan diperiksa, terdiri dari 21 warga binaan asimilasi di Sarana Asimilasi dan Edukasi, 33 warga binaan perkara tindak pidana korupsi, serta Ferdy Sambo yang merupakan warga binaan perkara pidana umum.
Siapa Tonny Tesar?
Tonny Tesar merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Papua. Ia lahir di Serui, Papua, pada 6 November 1958 dan menempuh pendidikan sarjana Ilmu Sosial di Universitas Cenderawasih.
Sebelum menjadi anggota DPR RI, Tonny memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan lembaga legislatif. Ia pernah menjadi anggota DPD RI dan kemudian menjabat Bupati Kepulauan Yapen selama dua periode, yakni 2012–2017 dan 2017–2022.
Di DPR RI periode saat ini, Tonny duduk di Komisi XIII. Komisi tersebut memiliki lingkup kerja antara lain bidang reformasi regulasi, hak asasi manusia, serta urusan pemasyarakatan.
Nama Tonny Terseret Isu Pemakzulan Gibran
Selain aktivitasnya dalam pengawasan pemasyarakatan, nama Tonny Tesar belakangan ikut muncul dalam isu politik setelah beredar sebuah dokumen yang mencantumkan namanya sebagai pihak yang mengusulkan pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Partai NasDem membantah keterlibatan partai maupun Tonny dalam dokumen tersebut. NasDem menyebut dokumen yang beredar di media sosial itu sebagai informasi palsu atau hoaks.
Dengan demikian, kemunculan nama Tonny dalam dokumen tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa ia secara resmi telah mengajukan usulan pemakzulan Gibran. Sikap resmi partai justru menyatakan dokumen tersebut tidak benar.
Tonny Tetap Aktif di Komisi XIII
Terlepas dari polemik tersebut, Tonny masih menjalankan tugasnya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI. Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah pembenahan tata kelola lembaga pemasyarakatan agar seluruh warga binaan memperoleh hak dan perlakuan yang setara.
Komisi XIII sendiri telah melakukan pendalaman terhadap persoalan di Lapas Cibinong menyusul temuan dan sorotan mengenai keberadaan fasilitas yang dinilai tidak semestinya berada di lingkungan lapas.
Catatan Redaksi: Informasi mengenai Tonny Tesar dalam artikel ini mencakup profil, aktivitasnya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, serta keterlibatannya dalam pengawasan Lapas Cibinong. Adapun dokumen yang mencatut namanya dalam isu pemakzulan Gibran telah dibantah oleh Partai NasDem dan disebut sebagai hoaks.

COMMENTS