![]() |
| dok. Disdikbud Lampung Tengah |
LAMPUNG TENGAH, LAJUSIAR.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berdampak pada kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Sejumlah sekolah di wilayah tersebut menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk mengantisipasi gangguan asap yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
Sekitar lima hingga enam satuan pendidikan di dua kecamatan, yakni Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya, dilaporkan menyesuaikan kegiatan belajar dengan menerapkan pembelajaran dari rumah atau secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, Nur Rohman, menjelaskan bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh dilakukan secara kondisional. Keputusan disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing sekolah, terutama ketika kabut asap cukup tebal dan mulai mengganggu aktivitas pendidikan.
Kebijakan Belajar Daring Disesuaikan Kondisi Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah memberikan ruang kepada kepala satuan pendidikan untuk mengambil langkah terukur apabila kondisi di sekitar sekolah dinilai membahayakan siswa maupun menghambat proses pembelajaran.
Peralihan sementara dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sekolah tetap diharapkan memastikan siswa memperoleh materi pembelajaran dan dapat mengikuti kegiatan belajar sesuai kemampuan serta kondisi yang tersedia.
Jumlah sekolah yang menerapkan pembelajaran dari rumah masih dapat berubah mengikuti perkembangan kabut asap. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah juga terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Kabut Asap Dilaporkan Mengganggu Selama Beberapa Hari
Gangguan akibat kabut asap dilaporkan mulai dirasakan dalam kurun sekitar lima hari hingga satu minggu sebelum laporan diterbitkan. Sejumlah sekolah menyampaikan bahwa asap yang cukup tebal membuat kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan seperti biasa.
Dampak tersebut terutama dirasakan di wilayah Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya. Kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama bagi sekolah dalam menentukan metode pembelajaran yang paling aman bagi peserta didik.
Meski demikian, kondisi setiap sekolah tidak selalu sama. Karena itu, keputusan pembelajaran tidak diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan situasi setempat.
Guru Tetap Diminta Menjamin Layanan Pendidikan
Meski siswa belajar dari rumah, tenaga pendidik tetap diminta memastikan kegiatan pendidikan berjalan. Sekolah perlu menyiapkan materi, penugasan, dan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa tetap mengikuti proses belajar selama kondisi belum mendukung kegiatan tatap muka.
Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh juga perlu memperhatikan ketersediaan perangkat dan akses internet. Apabila pembelajaran daring sulit dilakukan, sekolah dapat mempertimbangkan metode lain yang sesuai dengan ketentuan dan kondisi peserta didik.
Langkah tersebut penting agar dampak karhutla terhadap kegiatan pendidikan tidak semakin besar dan hak siswa untuk memperoleh pembelajaran tetap terpenuhi.
Keselamatan Siswa Menjadi Pertimbangan Utama
Kabut asap akibat karhutla dapat mengandung partikel yang mengganggu saluran pernapasan. Paparan asap berpotensi menimbulkan keluhan, seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, dan memperburuk kondisi orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Dalam situasi tersebut, penyesuaian kegiatan sekolah menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Orang tua juga diharapkan memantau kondisi kesehatan anak, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, serta mencari bantuan medis apabila anak mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan.
Pemantauan Dilakukan untuk Menentukan Pembelajaran Berikutnya
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi asap. Apabila situasi membaik dalam beberapa hari, informasi mengenai kemungkinan kembali ke pembelajaran tatap muka akan disampaikan kepada satuan pendidikan.
Sementara itu, penanganan kebakaran di kawasan Way Kambas masih menjadi perhatian karena titik panas dan asap dapat menimbulkan dampak bagi wilayah di sekitarnya. Koordinasi antarpihak diperlukan agar penanganan karhutla berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan layanan pendidikan.
Catatan Redaksi: Penerapan pembelajaran daring di sejumlah sekolah Lampung Tengah merupakan langkah penyesuaian terhadap kondisi kabut asap, bukan penghentian kegiatan belajar. Jumlah sekolah terdampak dan kebijakan pembelajaran dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Informasi mengenai jadwal kembali ke sekolah sebaiknya mengikuti pengumuman resmi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

COMMENTS