![]() |
| KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Kondisi kabel yang semrawut di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kembali menuai keluhan warga. Kabel yang menumpuk di tiang, menjuntai rendah, hingga muncul ke permukaan jalan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga mengaku heran karena kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan menyeluruh. Keluhan itu bahkan memunculkan dugaan dan pertanyaan warga mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan serta pemeliharaan jaringan kabel di kawasan tersebut.
Kabel Semrawut Disebut Sudah Bertahun-tahun
Warga sekaligus pegawai toko di kawasan tersebut, Ira, mengatakan kondisi kabel yang tidak tertata sudah berlangsung sekitar lima tahun. Ia menyebut kabel yang semula ditanam di bawah tanah justru kembali muncul ke permukaan tidak lama setelah pemasangan.
Menurut Ira, kabel yang melintang dan muncul di jalan kerap membuat pelanggan tokonya terpeleset, terutama ketika hujan turun. Permukaan yang licin membuat pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki berisiko terjatuh saat melewati lokasi tersebut.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Herlan. Ia menilai penanganan kabel di kawasan itu belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Kabel di udara masih terlihat bertumpuk, sementara sebagian kabel yang seharusnya berada di bawah tanah tetap muncul di permukaan.
Warga juga menyebut sejumlah pihak terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk menutup kabel yang dinilai membahayakan, termasuk di sekitar sekolah dan area parkir. Kondisi tersebut menambah keresahan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan itu.
Warga Pertanyakan Penanganan Kabel
Lamanya kondisi kabel semrawut membuat warga mempertanyakan mengapa persoalan tersebut belum sepenuhnya diselesaikan. Dalam pemberitaan, muncul ungkapan warga yang menduga pihak di balik pemasangan kabel memiliki pengaruh kuat sehingga penanganannya terkesan lambat.
Namun, dugaan tersebut merupakan ungkapan kekecewaan warga dan bukan bukti bahwa ada pihak tertentu yang melindungi pemilik jaringan kabel. Penanggung jawab masing-masing kabel serta penyebab belum tuntasnya penataan perlu dipastikan melalui keterangan pihak berwenang dan perusahaan pemilik jaringan.
Selain mengganggu pemandangan, warga mengkhawatirkan kabel yang tidak tertata dapat menimbulkan kecelakaan. Mereka juga mengingat adanya kejadian kebakaran pada salah satu titik kabel di sekitar kawasan tersebut, meski penyebab pastinya tidak dapat dipastikan hanya dari keterangan warga.
Pemkot Jakarta Selatan Targetkan Penataan pada Oktober
Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebelumnya menyatakan penataan kabel di Jalan Kuningan Barat Raya direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menyebut kawasan Kuningan Barat dan sekitar Tebet masuk dalam agenda penataan jaringan utilitas tahun ini.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga menyampaikan bahwa proses pemindahan kabel udara ke bawah tanah sedang dilakukan. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Kota Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki jaringan kabel cukup padat karena keberadaan pusat data telekomunikasi di sekitar Gedung Cyber.
Menurut pihak Dinas Bina Marga, penataan dilakukan dengan berkoordinasi bersama asosiasi dan pemilik jaringan utilitas. Pemerintah menargetkan kabel udara di lokasi tersebut dapat diputus setelah pemindahan ke bawah tanah dilakukan.
Warga Menunggu Perbaikan yang Tuntas
Keluhan warga menunjukkan bahwa penataan kabel bukan hanya persoalan estetika kota, melainkan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan aktivitas sehari-hari. Kabel yang menjuntai rendah atau muncul ke permukaan dapat menjadi hambatan, khususnya saat hujan ketika kondisi jalan lebih licin.
Warga berharap pemerintah dan perusahaan pemilik jaringan segera menyelesaikan penataan secara menyeluruh. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa kabel yang sudah dipindahkan tidak kembali menimbulkan masalah serupa.
Realisasi target penataan pada Oktober 2026 akan menjadi salah satu hal yang perlu dipantau. Pemerintah dan pemilik jaringan diharapkan memastikan pekerjaan dilakukan secara terkoordinasi, sehingga kabel tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga aman bagi masyarakat.
Catatan Redaksi: Artikel ini merangkum keluhan warga mengenai kabel semrawut di Jalan Kuningan Barat Raya serta keterangan pemerintah yang menyatakan penataan ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026. Dugaan warga mengenai adanya pihak yang melindungi pemilik kabel belum dapat dianggap sebagai fakta tanpa bukti dan konfirmasi yang memadai.

COMMENTS