
KOMPAS.com/Labib Zamani
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mengenai peluang Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memimpin selama dua periode menjadi perhatian. Berbeda dengan sikap yang pernah disampaikannya pada 2025, Jokowi kini menyebut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih jauh.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah dukungan politik Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Meski demikian, perbedaan pernyataan itu belum dapat langsung dimaknai sebagai perubahan sikap politik mantan presiden tersebut.
Jokowi Minta Semua Pihak Fokus Bekerja
Jokowi menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilu masih membutuhkan waktu. Ia meminta berbagai pihak, baik yang bergerak di bidang politik maupun pemerintahan, untuk lebih dahulu menjalankan tugas dan bekerja bagi masyarakat.
Ketika ditanya mengenai dukungan terhadap Prabowo-Gibran untuk dua periode, Jokowi menegaskan bahwa Pilpres 2029 masih lama. Ia juga mengingatkan bahwa saat ini semua pihak seharusnya berfokus pada pekerjaan masing-masing.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi di Solo pada Kamis (8/10/2026) dan diberitakan pada Jumat (9/10/2026). Jawaban tersebut berbeda dengan pernyataannya pada September 2025, ketika ia secara terbuka mengaku telah mengarahkan relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran selama dua periode.
Pada 2025, Jokowi Pernah Beri Arahan Dua Periode
Pada September 2025, Jokowi membenarkan bahwa dirinya telah meminta para relawan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode. Arahan tersebut, menurut pernyataannya saat itu, memang telah disampaikan sejak awal.
Sikap tersebut menjadi dasar bagi sebagian relawan pendukung Jokowi untuk terus mengampanyekan keberlanjutan kepemimpinan Prabowo-Gibran. Namun, perkembangan politik menjelang pemilu masih dapat berubah dan belum ada kepastian mengenai pasangan calon yang akan maju pada 2029.
Bara JP Mengaku Belum Menerima Arahan Baru
Ketua Umum relawan Bara JP, Willem Frans Ansanay, menyatakan organisasinya masih menjalankan arahan sebelumnya untuk mendukung Prabowo-Gibran selama dua periode.
Willem mengatakan pihaknya belum menerima instruksi baru dari Jokowi. Karena itu, Bara JP belum mengubah sikap dukungannya dan masih menunggu perkembangan serta arahan berikutnya.
Ia menduga pernyataan Jokowi mengenai pemilu yang masih jauh bisa berkaitan dengan konteks pertanyaan wartawan atau berbagai pertimbangan yang sedang diperhitungkan. Namun, Willem menegaskan bahwa makna sebenarnya dari pernyataan tersebut hanya diketahui oleh Jokowi sendiri.
Golkar Tetap Mendukung Prabowo untuk 2029
Di tengah perbedaan pernyataan Jokowi, Partai Golkar menyatakan posisinya terkait Pilpres 2029 tetap jelas. Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan partainya telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang didukung untuk pemilihan mendatang.
Menurut Doli, Golkar juga mendorong seluruh jajaran partai untuk membantu keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini agar program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pernyataan Golkar tersebut menunjukkan bahwa dukungan partai terhadap Prabowo untuk 2029 memiliki dasar sikap politik tersendiri. Sementara itu, kepastian mengenai pasangan calon dan peta koalisi masih bergantung pada perkembangan politik berikutnya.
Perbedaan Pernyataan Belum Memastikan Perubahan Sikap
Perbedaan jawaban Jokowi antara 2025 dan Oktober 2026 menjadi bahan pembicaraan politik. Namun, pernyataan bahwa pemilu masih jauh tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ia telah mencabut dukungan kepada Prabowo-Gibran.
Di sisi lain, arahan yang pernah disampaikan kepada relawan juga tidak otomatis memastikan bahwa konfigurasi politik Pilpres 2029 akan tetap sama. Keputusan pencalonan, dukungan partai, dan dinamika koalisi masih akan berkembang menjelang tahapan pemilu.
Untuk saat ini, sikap Bara JP masih mengacu pada arahan sebelumnya, sedangkan Jokowi belum menyampaikan instruksi baru sebagaimana dikemukakan pimpinan relawan tersebut. Dengan demikian, perubahan sikap politik Jokowi belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pernyataannya bahwa Pilpres 2029 masih jauh.
Catatan Redaksi: Pernyataan dan penafsiran politik dalam artikel ini disajikan berdasarkan keterangan pihak-pihak yang diberitakan. Makna politik dari pernyataan Jokowi tidak dapat dipastikan tanpa penjelasan langsung darinya, dan dinamika menuju Pilpres 2029 masih dapat berubah.
COMMENTS