(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Pemerintah Amerika Serikat menilai kemungkinan China menyerang Taiwan sebelum 2028 semakin kecil. Penilaian tersebut muncul meski Presiden China Xi Jinping sebelumnya mengarahkan militernya agar memiliki kemampuan untuk mengambil Taiwan secara paksa pada 2027 jika diperlukan.
Informasi tersebut berdasarkan keterangan sejumlah pejabat dan pihak yang mengetahui penilaian pemerintah AS, sebagaimana dilaporkan Reuters pada 1 Oktober 2026.
Kesiapan Militer China Jadi Pertimbangan
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi penilaian tersebut adalah kesiapan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan untuk menjalankan operasi besar terhadap Taiwan.
Kampanye antikorupsi yang dilakukan Xi Jinping di lingkungan militer juga disebut berdampak terhadap proses pembangunan dan kesiapan militer China.
Sejumlah pejabat senior militer China dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sasaran penyelidikan dan pencopotan. Kondisi tersebut dinilai turut mengganggu proses penataan kepemimpinan serta kesiapan PLA.
Target 2027 Bukan Tenggat Invasi
Target 2027 selama ini sering dikaitkan dengan kemampuan militer China untuk melakukan operasi terhadap Taiwan. Namun, penilaian tersebut tidak secara otomatis berarti Beijing telah menetapkan 2027 sebagai tahun untuk melancarkan invasi.
Laporan intelijen AS yang diterbitkan pada Maret 2026 sebelumnya menyebut para pemimpin China saat itu tidak memiliki rencana untuk melakukan invasi ke Taiwan pada 2027 dan tidak mempunyai jadwal pasti untuk mewujudkan penyatuan Taiwan dengan China.
Dalam laporan tersebut, keputusan Beijing untuk menggunakan pendekatan militer disebut akan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kesiapan PLA, perkembangan politik di Taiwan, serta kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat.
China Disebut Menunggu Pemilu Taiwan 2028
Faktor lain yang disebut dalam penilaian terbaru AS adalah pemilihan presiden Taiwan pada 2028.
Menurut sumber Reuters, Beijing dinilai berkepentingan melihat hasil pemilu tersebut sebelum mengambil keputusan mengenai langkah berikutnya terhadap Taiwan. Ada pejabat China yang berharap hasil pemilu dapat menghasilkan pemerintahan yang lebih terbuka terhadap upaya penyatuan dengan Beijing.
Jika Partai Progresif Demokratik atau DPP kembali memenangkan pemilu dan mempertahankan kekuasaan untuk periode berikutnya, kemungkinan pendekatan militer China pada 2028 atau setelahnya dinilai dapat meningkat oleh sejumlah sumber yang dikutip Reuters.
China Pelajari Perang di Negara Lain
Pejabat AS juga menilai China mempelajari berbagai konflik bersenjata yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perang di Ukraina dan konflik di Iran.
Dari konflik tersebut, China disebut memahami bahwa operasi militer terhadap Taiwan akan membutuhkan kecepatan dan koordinasi tinggi agar tidak berubah menjadi perang berkepanjangan.
Operasi untuk menguasai Taiwan akan menjadi tantangan militer yang sangat besar karena melibatkan penyeberangan laut, pengerahan pasukan dalam jumlah besar, serta kemungkinan keterlibatan kekuatan militer negara lain.
Ketegangan China dan Taiwan Tetap Berlanjut
Meski penilaian AS menunjukkan invasi dalam waktu dekat dinilai semakin kecil kemungkinannya, ketegangan di Selat Taiwan tetap berlangsung.
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai penyatuan. Sementara itu, Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan terus memperkuat kemampuan pertahanannya.
Xi Jinping juga masih mempertahankan tujuan penyatuan Taiwan dengan China. Dalam perkembangan terbaru, Xi kembali berbicara mengenai upaya mendorong perkembangan hubungan lintas Selat Taiwan secara damai.
Dengan demikian, penilaian bahwa serangan sebelum 2028 semakin kecil kemungkinannya bukan berarti ancaman konflik telah berakhir. Situasi tetap bergantung pada perkembangan politik, kesiapan militer, serta keputusan Beijing, Taipei, dan Washington.
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan penulisan ulang berdasarkan laporan Reuters dan sumber terkait. Penilaian mengenai waktu maupun kemungkinan penggunaan kekuatan terhadap Taiwan merupakan analisis dan keterangan pejabat yang dikutip sumber, bukan kepastian mengenai keputusan pemerintah China.
COMMENTS