
dok. psht.or.id/Istimewa
MADIUN, LAJUSIAR.COM — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) untuk memperkuat pembinaan olahraga, khususnya pencak silat. Organisasi ini mendorong pembinaan yang berkelanjutan agar mampu melahirkan pesilat berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Haornas diperingati setiap 9 September. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya olahraga dalam membangun kesehatan, kedisiplinan, karakter, serta prestasi generasi muda.
Bagi PSHT, olahraga merupakan salah satu unsur Panca Dasar dalam pendidikan ke-SH-an. Karena itu, pembinaan fisik dan keterampilan pencak silat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pembinaan Konsisten Jadi Kunci Prestasi
Dalam proses latihan pencak silat, setiap tahapan memiliki tujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, kelincahan, kecepatan, koordinasi, serta penguasaan teknik. Kemampuan tersebut perlu dikembangkan melalui latihan yang teratur dan program pembinaan yang terarah.
PSHT menilai prestasi seorang pesilat tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan kedisiplinan dalam berlatih, pendampingan pelatih yang kompeten, serta evaluasi secara berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet.
Pembinaan yang berkesinambungan juga menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pesilat menghadapi berbagai kompetisi. Dengan program latihan yang tepat, potensi atlet diharapkan dapat berkembang sejak tingkat dasar hingga mencapai level prestasi yang lebih tinggi.
PSHT Dorong Pencak Silat Mendunia
Pengembangan prestasi pencak silat menjadi salah satu perhatian PSHT. Organisasi ini mendorong agar pencak silat semakin dikenal sebagai olahraga sekaligus seni bela diri asli Indonesia di panggung internasional.
Ketua Umum PSHT, Muhammad Taufiq, sebelumnya menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengembangkan prestasi pencak silat dan memperkenalkannya ke tingkat dunia, termasuk mendorong peluang agar cabang olahraga tersebut dapat dipertandingkan dalam Olimpiade.
Upaya tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari organisasi pencak silat, pelatih, atlet, hingga pemangku kepentingan olahraga nasional. Penguatan kualitas pembinaan menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut.
27 Kader PSHT Masuk Kepengurusan PB IPSI
Kontribusi PSHT dalam pengembangan pencak silat nasional juga terlihat melalui keterlibatan kadernya dalam kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030.
Sebanyak 27 kader PSHT tercatat masuk dalam kepengurusan PB IPSI yang dilantik di Jakarta pada 5 September 2026. Mereka mengisi sejumlah posisi di berbagai bidang, termasuk pembinaan, organisasi, hukum, serta pengembangan pencak silat.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi sumber daya manusia PSHT dalam pengembangan olahraga pencak silat. Kehadiran kader di organisasi induk juga membuka ruang untuk memperluas kerja sama dalam peningkatan kualitas atlet, pelatih, dan sistem pembinaan.
Meski demikian, pencapaian prestasi tetap membutuhkan kerja nyata dan kolaborasi berkelanjutan. Peran dalam kepengurusan perlu diikuti program yang berdampak langsung terhadap perkembangan pencak silat di berbagai daerah.
Olahraga Berjalan Seiring dengan Pendidikan Ke-SH-an
Di lingkungan PSHT, latihan olahraga menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Siswa tidak hanya mempelajari teknik pencak silat, tetapi juga dibiasakan menjaga kebugaran, menaati aturan, menghargai lawan, serta mengembangkan sikap sportif.
Penguatan olahraga diharapkan berjalan beriringan dengan pendidikan ke-SH-an. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab pesilat.
Melalui momentum Haornas 2026, PSHT mendorong agar pembinaan pencak silat terus ditingkatkan secara konsisten. Harapannya, semakin banyak pesilat berkualitas yang mampu membawa nama daerah dan Indonesia dalam berbagai kejuaraan, sekaligus memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat dunia.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan publikasi PSHT mengenai Haornas 2026 dan penguatan pembinaan pencak silat. Harapan untuk meningkatkan prestasi hingga tingkat internasional merupakan tujuan pengembangan olahraga yang membutuhkan pembinaan dan kerja sama berkelanjutan.
COMMENTS