| dok. X |
WASHINGTON, LAJUSIAR.COM — Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt bersama kelompok tempurnya menuju kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pengerahan tersebut juga melibatkan kapal-kapal Korps Marinir AS dan diperkirakan menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer ke kawasan tersebut.
USS Theodore Roosevelt Bergerak dari San Diego
USS Theodore Roosevelt dilaporkan meninggalkan San Diego pada Minggu, 27 September 2026, dalam sebuah pengerahan yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Sehari setelahnya, kelompok kesiapan amfibi USS Makin Island turut bergerak membawa personel dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13.
Secara keseluruhan, kapal-kapal yang dikerahkan membawa lebih dari 7.000 pelaut dan sekitar 2.000 Marinir. Kapal-kapal, pesawat tempur, serta personel tambahan tersebut diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah pada akhir November.
Berpotensi Ada Tiga Kapal Induk
Saat ini, dua kapal induk AS, yakni USS George H.W. Bush dan USS George Washington, sudah berada di kawasan Timur Tengah.
Jika USS George Washington tetap berada di kawasan tersebut ketika USS Theodore Roosevelt tiba, jumlah kapal induk AS akan menjadi tiga. Namun, terdapat kemungkinan USS George Washington kembali ke pangkalannya di Jepang sehingga jumlahnya tetap dua kapal induk.
Selain kapal induk, pengerahan terbaru tersebut juga membawa pesawat tempur, termasuk F-35, serta berbagai unsur pendukung operasi udara dan laut.
Tambahan kekuatan itu akan bergabung dengan lebih dari 50.000 personel militer AS yang sebelumnya telah berada di kawasan Timur Tengah. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Ketegangan AS dan Iran
Pengerahan militer terbaru berlangsung ketika pembicaraan antara AS dan Iran belum menghasilkan kesepakatan. Proposal Iran mengenai gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz sebelumnya mendapat penolakan dari Presiden AS Donald Trump.
Dalam wawancara dengan majalah TIME yang diterbitkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, Trump menyatakan kemungkinan peningkatan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada November masih terbuka jika tidak tercapai kesepakatan.
Situasi tersebut membuat pengerahan tambahan militer AS menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan proses diplomasi yang masih belum menemukan titik temu. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Pasukan AS Tambah Kekuatan di Kawasan
Dengan pengerahan USS Theodore Roosevelt dan unsur pendukungnya, kehadiran militer AS di Timur Tengah semakin besar.
Namun, jumlah kapal induk yang akhirnya berada di kawasan akan bergantung pada rotasi dan keputusan penempatan USS George Washington ketika kelompok tempur USS Theodore Roosevelt tiba.
Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah pengerahan tersebut menjadi penambahan kekuatan secara keseluruhan atau bagian dari pergantian penugasan kapal induk AS di kawasan.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan yang tersedia pada 2 Oktober 2026. Informasi mengenai pergerakan kapal militer, jumlah personel, dan penempatan pasukan dapat berubah mengikuti perkembangan operasi serta keputusan pemerintah Amerika Serikat.
COMMENTS