![]() |
| KOMPAS.com/Debrinata Rizky |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 mencatat defisit sebesar Rp319,0 triliun. Angka tersebut setara dengan 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kondisi tersebut masih berada dalam jalur yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, APBN memang sejak awal dirancang mengalami defisit agar belanja negara dapat lebih besar untuk mendukung aktivitas ekonomi dan program pemerintah.
Pendapatan Negara Capai Rp2.341,5 Triliun
Hingga akhir September 2026, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp2.341,5 triliun. Angka tersebut setara sekitar 74,5 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.
Suahasil menilai capaian penerimaan tersebut masih sesuai dengan jalur yang diharapkan karena September merupakan akhir dari tiga perempat tahun anggaran.
Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan penerimaan negara hingga akhir tahun untuk memastikan pelaksanaan APBN tetap terjaga.
Belanja Negara Rp2.660,5 Triliun
Sementara itu, realisasi belanja negara hingga September 2026 telah mencapai Rp2.660,5 triliun atau sekitar 69 persen dari alokasi anggaran.
Menurut Suahasil, penyerapan belanja tersebut juga masih relatif sesuai dengan rencana. Pemerintah memperkirakan belanja akan mengalami percepatan pada kuartal terakhir, terutama selama November dan Desember.
Perbedaan antara pendapatan dan belanja tersebut kemudian menghasilkan defisit APBN sebesar Rp319,0 triliun.
Defisit APBN Memang Dirancang Pemerintah
Suahasil menegaskan defisit tidak secara otomatis menunjukkan APBN berada dalam kondisi tidak terkendali. Sejak awal, pemerintah memang menetapkan belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dihimpun.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar APBN dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit,” kata Suahasil dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pemerintah Jaga Kesehatan Fiskal
Pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas dan kesehatan fiskal meskipun APBN mengalami defisit.
Suahasil menegaskan anggaran negara akan terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, serta memastikan pengelolaan keuangan negara tetap dapat dipercaya.
Untuk 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.435 triliun dan belanja negara Rp4.100 triliun. Dengan komposisi tersebut, defisit APBN 2027 diperkirakan mencapai Rp671 triliun atau sekitar 2,4 persen dari PDB.
Catatan Redaksi: Angka pendapatan, belanja, dan defisit dalam artikel ini merupakan realisasi APBN hingga akhir September 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada 8 Oktober 2026. Defisit APBN merupakan selisih ketika belanja negara lebih besar daripada pendapatan dan telah dirancang dalam kebijakan fiskal pemerintah.

COMMENTS