KOMPAS.com Foto/Ridho Danu Prasetyo
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Puluhan pegiat perlindungan hewan menggelar aksi Animal March di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026). Aksi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Hewan Sedunia atau World Animal Day.
Para peserta memanfaatkan momentum Hari Hewan Sedunia untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya perlindungan dan kesejahteraan hewan kepada masyarakat.
Digelar Saat Car Free Day
Aksi berlangsung bersamaan dengan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di kawasan Bundaran HI.
Para peserta membawa berbagai atribut kampanye, termasuk poster, spanduk, serta replika bergambar hewan dan bumi. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat mengenai persoalan kesejahteraan dan perlindungan satwa.
Aksi Animal March melibatkan 11 organisasi yang bergerak di bidang perlindungan hewan. Para peserta berjalan dari kawasan Dukuh Atas menuju Bundaran HI sambil menyampaikan pesan terkait perlindungan hewan.
Soroti Perlindungan Satwa Liar
Salah satu perhatian utama dalam aksi tersebut adalah kondisi satwa liar yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kehilangan habitat hingga perdagangan dan eksploitasi.
Para aktivis juga menyoroti praktik perdagangan serta pemeliharaan satwa liar yang ditampilkan melalui media sosial. Mereka menilai tren tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat membuat kepemilikan satwa liar terlihat sebagai sesuatu yang normal.
Selain satwa liar, perhatian juga diberikan kepada hewan pendamping, hewan ternak, serta hewan yang digunakan untuk membantu aktivitas manusia.
Delapan Tuntutan Perlindungan Hewan
Dalam Animal March, para organisasi perlindungan hewan menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya penghentian industri ekstraktif yang mengancam habitat satwa liar, penguatan penegakan hukum yang berpihak pada perlindungan hewan, serta penghentian eksploitasi satwa dengan alasan konservasi, hiburan, edukasi, maupun pariwisata.
Tuntutan lainnya mencakup penghentian peternakan intensif, perlindungan hewan pekerja, pengawasan perdagangan dan pengangkutan hewan, penghentian perdagangan serta pemeliharaan satwa liar, dan penguatan perlindungan terhadap hewan pendamping.
Momentum Meningkatkan Kesadaran Publik
Para aktivis berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesejahteraan hewan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, serta kondisi yang mengabaikan perilaku alami hewan.
Animal March juga diharapkan dapat menjadi gerakan publik yang berkelanjutan sehingga isu perlindungan hewan terus mendapat perhatian masyarakat dan pemangku kebijakan.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang tersedia pada Minggu (4/10/2026). LajuSiar akan memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan atau keterangan resmi terbaru mengenai gerakan perlindungan hewan tersebut.
COMMENTS