![]() |
| prasetya.ub.ac.id |
MALANG, LAJUSIAR.COM — Ajeng Lintang Kinasih Suroso berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran di Universitas Brawijaya (UB) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89. Selain meraih prestasi akademik, perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah selama masa kuliah.
Ajeng diwisuda pada Minggu (11/10/2026) dan menjadi salah satu wisudawan berprestasi Universitas Brawijaya pada periode VI. Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tepat waktu tidak terlepas dari kesungguhan menjalani perkuliahan, ketertarikan terhadap ilmu kedokteran, serta kemauan untuk terus belajar.
Di tengah padatnya kegiatan akademik, Ajeng juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi dalam kompetisi ilmiah. Pengalamannya menunjukkan bahwa konsistensi, lingkungan belajar yang mendukung, dan kemampuan menjaga motivasi dapat menjadi bagian penting dalam menjalani pendidikan tinggi.
Menjalani Kuliah dengan Kesadaran dan Ketertarikan
Ajeng mengungkapkan bahwa salah satu hal yang membantunya menjalani pendidikan adalah kesadaran terhadap tanggung jawab atas pilihan untuk menempuh kuliah kedokteran.
Baginya, proses belajar tidak semata-mata bertujuan memperoleh nilai tinggi atau menyelesaikan pendidikan. Ketertarikan terhadap berbagai topik, ilmu, dan penelitian di bidang kedokteran membuatnya terdorong untuk terus mengeksplorasi pengetahuan baru.
Dengan menikmati proses perkuliahan, ia merasa dapat menjalani kegiatan akademik dengan lebih nyaman. Motivasi yang tumbuh dari diri sendiri juga membantunya tetap bersemangat ketika menghadapi berbagai tantangan selama masa studi.
Belajar Bersama Teman Membantu Menyelesaikan Skripsi
Salah satu fase yang cukup menantang bagi Ajeng adalah pengerjaan skripsi. Menurutnya, tantangan terbesar bukan semata-mata tingkat kesulitan tugas akhir, melainkan menjaga suasana hati dan niat agar tetap konsisten menyelesaikannya.
Ia merasakan manfaat dari mengerjakan skripsi bersama teman-teman. Melihat perkembangan pekerjaan teman dapat menjadi dorongan positif untuk ikut menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan.
Selain meningkatkan motivasi, belajar bersama juga memudahkan mahasiswa berdiskusi ketika menemukan kesulitan. Dengan bertukar pikiran, persoalan yang semula terasa rumit dapat dibahas dan dicari solusinya bersama-sama.
Ajeng juga menekankan pentingnya mengurangi gangguan yang dapat menghambat konsentrasi. Dukungan orang tua turut menjadi salah satu faktor yang membantunya menjaga komitmen selama menjalani pendidikan.
Menorehkan Prestasi di Berbagai Kompetisi Ilmiah
Selain berfokus pada perkuliahan, Ajeng aktif mengikuti sejumlah kompetisi dan berhasil meraih berbagai penghargaan. Salah satu prestasinya adalah medali perak kategori poster dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 pada 2024.
Ia juga meraih juara pertama bidang anatomi dalam Brawijaya Medical Olympiad (BrawMO) 2025. Sejumlah prestasi lainnya diperoleh melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta, kompetisi tinjauan pustaka pada Islamic Medicine Scientific Competition and Seminar Collaboration (IMSCOBI) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, serta ajang Ideathon AQI HACKATHON.
Rangkaian pencapaian tersebut memperlihatkan keterlibatannya tidak hanya dalam kegiatan perkuliahan, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan akademik dan ilmiah.
Meneliti Potensi Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih
Dalam tugas akhirnya, Ajeng meneliti potensi metode deteksi dini kanker kandung kemih berbasis fluoresensi carbon dots dengan spektrofluorometri. Topik tersebut dipilih karena ia melihat pentingnya pengembangan metode pemeriksaan yang berpotensi membantu mendukung deteksi penyakit sejak dini.
Carbon dots merupakan partikel berukuran sangat kecil yang memiliki sifat dapat memancarkan cahaya ketika mendapat penyinaran pada panjang gelombang tertentu. Sifat fluoresensi tersebut dapat diteliti untuk membantu mengenali keberadaan penanda biologis atau biomarker tertentu dalam sampel.
Dalam pendekatan yang diteliti Ajeng, perubahan sinyal cahaya dapat dianalisis untuk melihat kemungkinan hubungan dengan keberadaan biomarker kanker kandung kemih. Penelitian ini diarahkan untuk mengeksplorasi potensi metode deteksi yang lebih sederhana, dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketepatan pengukuran.
Meski demikian, penelitian tersebut masih perlu dikembangkan dan diuji lebih lanjut sebelum dapat dinilai penerapannya dalam pemeriksaan klinis. Penelitian dasar menjadi salah satu tahapan penting dalam mengeksplorasi pendekatan baru di bidang kesehatan.
Melanjutkan Pendidikan Profesi dan Studi Biomedik
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran, Ajeng melanjutkan perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan profesi dokter. Ia juga menjalani studi pada Program Studi Magister Ilmu Biomedik Universitas Brawijaya.
Langkah tersebut membuka kesempatan baginya untuk memperdalam pengetahuan di bidang kedokteran sekaligus mengembangkan minat penelitian. Ia berharap penelitian mengenai carbon dots dapat dikaji lebih jauh melalui pematangan konsep, pengembangan metode, dan kolaborasi dengan para ahli, khususnya di bidang nanopartikel.
Perjalanan Ajeng menunjukkan bahwa keberhasilan akademik dapat dibangun melalui kombinasi minat belajar, kedisiplinan, dukungan lingkungan, dan keterlibatan dalam kegiatan ilmiah. Pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan proses mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.
Catatan Redaksi: Kisah Ajeng Lintang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk membangun kebiasaan belajar yang konsisten, memanfaatkan dukungan teman dan keluarga, serta berani mengembangkan minat penelitian. Raihan IPK tinggi merupakan salah satu pencapaian akademik, sementara kompetensi, integritas, dan proses pembelajaran berkelanjutan tetap penting dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

COMMENTS