| (Kompas.com/Suhaiela Bahfein) |
PURWAKARTA, LAJUSIAR.COM — Sebanyak 500.000 keping genteng tanah liat diberangkatkan dari Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (2/10/2026). Pengiriman tersebut menggunakan 125 truk dan menjadi bagian dari Program Gentengisasi pemerintah.
500 Ribu Genteng Dikirim dengan 125 Truk
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan seluruh genteng yang diberangkatkan berjumlah 500.000 keping. Genteng tersebut diangkut menggunakan 125 truk menuju sejumlah titik di Purwakarta.
Pengiriman ini menjadi salah satu tahapan pelaksanaan Program Gentengisasi yang tengah didorong pemerintah. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan penggunaan genteng sebagai material penutup atap rumah masyarakat.
Program Gentengisasi Dorong Penggantian Atap
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan Program Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah masyarakat yang masih menggunakan seng.
Menurut Maruarar, penggunaan genteng tanah liat juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kenyamanan hunian sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi perajin lokal.
Program tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi genteng di sentra-sentra industri daerah.
Plered Jadi Salah Satu Sentra Produksi
Plered, Purwakarta, dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng tanah liat. Dalam pengiriman kali ini, pemerintah melibatkan para perajin lokal untuk memenuhi kebutuhan genteng program tersebut.
Selain perajin, kegiatan distribusi juga membuka aktivitas ekonomi bagi pihak lain, termasuk pengemudi truk yang mengangkut genteng dari lokasi produksi menuju daerah tujuan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut program tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong industri lokal dan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Penggunaan Genteng di Indonesia
Tito menyampaikan bahwa berdasarkan data yang digunakan pemerintah, sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng. Sementara itu, sebagian rumah lainnya masih menggunakan seng, asbes, serta material penutup atap lainnya.
Jawa Barat disebut memiliki jumlah rumah pengguna genteng yang besar. Namun, pemerintah masih melihat adanya ruang untuk meningkatkan penggunaan genteng di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, Menteri PKP juga menyampaikan bahwa selain 500.000 genteng dari Plered, terdapat rencana pengiriman produk genteng dari Jatiwangi, Majalengka, untuk mendukung pelaksanaan program.
Melibatkan UMKM Lokal
Program Gentengisasi tidak hanya berkaitan dengan penggantian material atap rumah. Pemerintah juga mendorong agar kebutuhan genteng dipenuhi oleh industri dan perajin lokal sehingga aktivitas produksi dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan diberangkatkannya 500.000 genteng menggunakan 125 truk, distribusi produk dari sentra Plered mulai berjalan sesuai tahapan program yang telah disiapkan pemerintah.
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan penulisan ulang berdasarkan laporan mengenai pelepasan 500.000 genteng dari Plered, Purwakarta, pada 2 Oktober 2026. Jumlah pengiriman dan keterangan mengenai Program Gentengisasi disusun berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
COMMENTS