(KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN)
NTT, LAJUSIAR.COM - Warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi situasi sulit setelah rangkaian guncangan terjadi di wilayah tersebut.
Sebagian warga memilih bertahan di posko pengungsian karena khawatir kembali ke rumah. Guncangan susulan yang masih dirasakan membuat mereka belum sepenuhnya merasa aman.
Warga Masih Takut Kembali ke Rumah
Kondisi psikologis warga menjadi salah satu persoalan setelah gempa melanda. Rasa khawatir kembali muncul setiap kali terjadi getaran.
Sejumlah warga mengaku terus dihantui ketakutan akibat gempa yang terjadi berulang. Mereka memilih tetap berada di lokasi pengungsian sambil menunggu situasi dinilai lebih aman.
Bagi warga, berada di posko menjadi pilihan untuk sementara waktu karena mereka khawatir bangunan rumah mengalami kerusakan atau tidak cukup aman untuk ditempati.
Kebutuhan Pengungsi Terus Dipenuhi
Selain menghadapi ketakutan akibat gempa susulan, warga di posko juga membutuhkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Makanan, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi perhatian selama warga masih berada di pengungsian.
Sebagian warga yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas bertani dan berkebun juga menghadapi ketidakpastian karena kondisi pascagempa membuat aktivitas mereka terganggu.
Warga Berharap Kondisi Segera Stabil
Warga berharap rangkaian gempa segera berakhir sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Sementara itu, penanganan terhadap masyarakat terdampak terus dilakukan. Kondisi di lokasi pengungsian juga masih dipantau untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
Situasi pascagempa menjadi perhatian karena selain kerusakan fisik, masyarakat juga harus menghadapi dampak psikologis akibat guncangan yang terus dirasakan.
COMMENTS