GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP
WASHINGTON, LAJUSIAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan renovasi Kennedy Center tidak akan dilanjutkan apabila namanya dicopot dari gedung pusat seni pertunjukan tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah sengketa hukum mengenai upaya menambahkan nama Trump pada John F. Kennedy Center for the Performing Arts. Seorang hakim federal sebelumnya memblokir upaya dewan Kennedy Center untuk memasang kembali nama Trump pada bangunan tersebut.
Nama Trump Kembali Jadi Persoalan
Dewan Kennedy Center sebelumnya telah mengambil langkah untuk menambahkan pengakuan terhadap Trump pada bagian depan gedung. Namun, keputusan tersebut mendapat hambatan hukum setelah Pengadilan Distrik AS memutuskan bahwa dewan tidak dapat mengubah atau menambahkan nama pada bangunan tanpa persetujuan Kongres.
Hakim Christopher Cooper menilai nama Kennedy Center ditetapkan oleh Kongres dan perubahan terhadap nama tersebut berada dalam kewenangan Kongres. Putusan itu juga memblokir rencana pemasangan tulisan yang mengaitkan renovasi dan pemulihan gedung dengan Trump.
Trump Kaitkan Renovasi dengan Pengakuan Namanya
Setelah putusan tersebut, Trump mengaitkan kelanjutan proyek renovasi dengan persoalan pengakuan terhadap dirinya. Ia menyatakan proyek renovasi tidak akan berjalan jika pemerintahannya tidak memperoleh pengakuan sebagaimana yang diinginkan.
Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa Kennedy Center menghadapi persoalan serius pada kondisi fisik bangunan dan membutuhkan renovasi besar. Dewan kemudian mengambil keputusan untuk menutup gedung utama guna menjalankan proyek renovasi.
Dalam perkembangan terbaru, seorang hakim federal memblokir upaya dewan untuk kembali menambahkan nama Trump. Dewan sebelumnya telah berulang kali berupaya memasukkan nama tersebut dalam identitas gedung.
Renovasi dan Kondisi Kennedy Center
Persoalan renovasi tidak hanya berkaitan dengan penamaan. Pengelola Kennedy Center menyebut terdapat berbagai masalah struktural dan pemeliharaan yang membutuhkan penanganan.
Associated Press melaporkan bahwa sejumlah mantan pegawai Kennedy Center menuding beberapa masalah struktural sebenarnya telah diketahui sebelum keputusan penutupan terbaru. Pihak Kennedy Center membantah bahwa seluruh persoalan tersebut baru diketahui belakangan dan menyatakan keselamatan pengunjung, seniman, serta staf menjadi prioritas.
The Washington Post juga melaporkan bahwa berbagai kebutuhan perbaikan bangunan telah tercatat dalam rencana pemeliharaan sebelum Trump mengambil alih kepemimpinan dewan. Perdebatan yang berlangsung kemudian berkaitan dengan apakah seluruh gedung perlu ditutup untuk renovasi atau perbaikan dapat dilakukan secara bertahap sembari pusat seni tetap beroperasi.
Sengketa Berlanjut di Pengadilan
Sengketa mengenai nama Trump dan rencana renovasi Kennedy Center masih berlangsung. Putusan pengadilan menjadi salah satu faktor yang menentukan langkah berikutnya bagi pengelola pusat seni tersebut.
Sementara itu, pemerintahan Trump sebelumnya memperingatkan bahwa kondisi Kennedy Center dapat semakin memburuk jika proyek renovasi tidak dilakukan. Departemen Kehakiman bahkan menyatakan dalam dokumen pengadilan bahwa gedung tersebut dapat menghadapi risiko harus dibongkar jika persoalan renovasi tidak ditangani, meski tidak terdapat rencana resmi untuk membongkar Kennedy Center.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan perkembangan sengketa mengenai penamaan Donald Trump pada Kennedy Center serta rencana renovasi gedung tersebut. Pernyataan mengenai kelanjutan renovasi dan kondisi bangunan merupakan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dan masih menjadi bagian dari proses hukum yang berlangsung.
COMMENTS