(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) kembali menyoroti penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kali ini, TAUD meminta Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas terhadap prajurit TNI yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.
TAUD bahkan menantang kepolisian untuk melakukan upaya paksa apabila para prajurit yang dimaksud tidak memenuhi proses hukum yang sedang berjalan.
Sikap tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai kewenangan penanganan perkara dan tuntutan agar seluruh rangkaian dugaan keterlibatan pelaku dapat diusut secara menyeluruh.
TAUD Minta Polisi Tak Berhenti pada Pelaku Lapangan
TAUD menilai penyidikan perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus perlu terus dikembangkan. Mereka mendorong kepolisian tidak hanya berfokus pada pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Sebelumnya, TAUD menyatakan hasil investigasi mereka menemukan indikasi adanya lebih banyak pihak yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Dalam perkembangan perkara, TAUD juga pernah menyebut adanya dugaan keterlibatan pihak sipil dan meminta proses hukum dilakukan secara transparan serta akuntabel.
Kasus Berawal dari Serangan terhadap Andrie Yunus
Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, menjadi korban penyiraman cairan berbahaya ketika berada di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026.
Peristiwa tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk barang yang diduga berkaitan dengan pelaku.
TAUD Soroti Proses Hukum Prajurit TNI
TAUD menilai proses hukum terhadap prajurit TNI yang diduga terlibat perlu berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Desakan tersebut berkaitan dengan tuntutan TAUD agar kasus penyiraman air keras tidak berhenti pada proses terhadap sejumlah orang saja. Mereka ingin seluruh pihak yang diduga mempunyai peran dalam serangan tersebut diperiksa berdasarkan bukti yang tersedia.
Sebelumnya, TAUD juga mempersoalkan proses persidangan di lingkungan peradilan militer dan meminta agar putusan praperadilan terkait penyidikan kasus tersebut dijalankan.
Polisi Didorong Mengungkap Rangkaian Kasus
Menurut TAUD, pengungkapan perkara harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana serangan terhadap Andrie Yunus terjadi.
Penyidik juga didorong menelusuri kemungkinan adanya pihak yang merencanakan, membantu, maupun memberikan dukungan terhadap aksi tersebut apabila memang ditemukan bukti.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses hukum tidak hanya menghasilkan penindakan terhadap pelaku tertentu, tetapi juga mengungkap keseluruhan rangkaian peristiwa.
Perkara Masih Menjadi Sorotan
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih menjadi perhatian karena menyangkut dugaan serangan terhadap seorang pembela hak asasi manusia.
Perbedaan pandangan mengenai mekanisme penanganan perkara membuat proses hukum kasus ini terus mendapat sorotan dari kelompok masyarakat sipil.
TAUD meminta aparat penegak hukum memastikan seluruh proses berjalan transparan dan berdasarkan bukti, sehingga pihak-pihak yang memang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
COMMENTS