One Global Capital
SYDNEY, LAJUSIAR.COM — Sydney, Australia, dinilai tetap menjadi salah satu kota yang menarik perhatian pelaku bisnis dan investor asal Indonesia. Daya tarik tersebut tidak hanya berasal dari sektor pariwisata dan gaya hidup, tetapi juga dari peluang bisnis, investasi, konektivitas, serta perkembangan ekosistem perkotaan.
Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, melihat sejumlah kunjungan tokoh Indonesia ke Sydney sepanjang September 2026 sebagai gambaran hubungan ekonomi dan konektivitas kedua negara yang terus berkembang.
Sejumlah Tokoh Indonesia Berkunjung
Beberapa tokoh Indonesia dari latar belakang berbeda tercatat berada di Sydney dalam beberapa pekan terakhir. Di antaranya mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama delegasi Surabaya Business Forum, ekonom Mari Elka Pangestu, serta aktor sekaligus mantan atlet judo nasional Joe Taslim.
Sandiaga Uno bersama delegasinya berkunjung dalam rangkaian Sydney Business Insights & Mini Marathon. Agenda tersebut mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai pembahasan mengenai bisnis, investasi, pariwisata, dan perkembangan Sydney.
Iwan menyebut kunjungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas wisata. Menurut dia, Sydney menjadi tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, serta memahami perkembangan sebuah kota global.
Investor Tak Hanya Melihat Properti
Menurut Iwan, daya tarik Sydney bagi investor tidak dapat dilihat hanya dari sektor properti. Infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, gaya hidup, dan lingkungan bisnis turut menjadi pertimbangan.
Ia mengatakan pelaku usaha yang datang ke Sydney ingin melihat lebih jauh mengenai pergerakan pasar, pembangunan infrastruktur, perkembangan masyarakat, serta peluang yang dapat dikembangkan.
Dengan demikian, nilai sebuah investasi menurut pandangan Iwan juga berkaitan dengan kondisi kota secara keseluruhan, termasuk kemampuannya menyediakan lingkungan yang mendukung aktivitas tinggal, bekerja, dan berbisnis.
Okupansi Hotel Capai 95 Persen
Gambaran mengenai aktivitas ekonomi dan pariwisata Sydney juga terlihat dari kinerja One Global Resorts Green Square. Pada periode Januari hingga Juni 2026, hotel tersebut mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 95,07 persen dengan pendapatan kotor sekitar 10,8 juta dolar Australia.
Properti tersebut juga memperoleh penghargaan Travelers' Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan menempati posisi ke-11 dari 195 hotel di Sydney.
Iwan menilai angka tersebut bukan sekadar indikator kinerja bisnis. Menurutnya, aktivitas tersebut juga mencerminkan mobilitas orang yang datang ke Sydney untuk tinggal, bekerja, bertemu, maupun menjalankan berbagai kegiatan.
Hubungan Indonesia-Australia
Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang membangun bisnis di Australia, Iwan melihat meningkatnya aktivitas masyarakat Indonesia di Sydney sebagai bagian dari hubungan yang lebih luas antara kedua negara.
Menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya terbentuk melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui interaksi langsung antarmasyarakat, komunitas bisnis, serta berbagai bidang lainnya.
Dengan perkembangan infrastruktur, konektivitas, dan aktivitas ekonomi yang terus berjalan, Sydney tetap menjadi salah satu kota yang diperhatikan masyarakat Indonesia ketika melihat peluang bisnis maupun investasi di Australia.
Catatan Redaksi: Pandangan mengenai peluang bisnis dan investasi dalam artikel ini merupakan keterangan Iwan Sunito. Data kinerja hotel juga merujuk pada informasi yang disampaikan pihak terkait dan tidak dimaksudkan sebagai jaminan hasil investasi.
COMMENTS