| dok. EFA |
LAJUSIAR.COM — Saham Meta Platforms Inc. melonjak lebih dari 11 persen dalam perdagangan Senin (21/9/2026). Kenaikan tersebut turut mendongkrak kekayaan pendiri Meta, Mark Zuckerberg, sekitar US$25 miliar atau setara kurang lebih Rp231 triliun dalam sehari.
Lonjakan saham Meta terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap produk kecerdasan buatan (AI) terbaru perusahaan tersebut, Muse. Asisten AI personal itu mulai diluncurkan Meta pada 8 September 2026 dan dirancang untuk menjalankan berbagai tugas atas nama penggunanya.
Saham Meta Naik Lebih dari 11 Persen
Meta mencatat kenaikan saham sebesar 11,4 persen pada perdagangan Senin. Pergerakan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian terbesar saham perusahaan dalam beberapa waktu terakhir dan turut menambah nilai kapitalisasi pasar Meta sekitar US$192 miliar dalam satu sesi perdagangan.
Kenaikan harga saham juga berdampak langsung terhadap nilai kepemilikan Zuckerberg di Meta. Berdasarkan estimasi Forbes, kekayaan Zuckerberg mencapai sekitar US$253,6 miliar setelah kenaikan tersebut, dengan tambahan sekitar US$25 miliar dalam satu hari.
Muse Jadi Perhatian Investor
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan Muse, produk AI personal yang dikembangkan Meta.
Meta menjelaskan bahwa Muse bukan sekadar chatbot yang memberikan jawaban. Sistem tersebut dirancang sebagai agen AI yang dapat menjalankan tugas, mulai dari mengirim email, mengisi formulir, melakukan riset, hingga membantu pemesanan dan pembelian.
Muse juga dapat terus bekerja setelah pengguna meninggalkan aplikasi. Meta menyebut layanan tersebut menggunakan lingkungan virtual khusus yang disebut Muse Secure VM untuk menjalankan agen sekaligus menyimpan data dan kredensial pengguna secara terpisah.
Popularitas Muse Meningkat
Perkembangan Muse mendapat respons positif dari pasar. Setelah diluncurkan, aplikasi tersebut sempat menduduki posisi teratas dalam daftar aplikasi gratis di Apple App Store Amerika Serikat.
Reuters melaporkan Muse telah mencatat sekitar 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama setelah peluncuran. Perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan investor melihat peluang baru bagi Meta untuk mengembangkan bisnis AI kepada konsumen.
Potensi Menjadi Sumber Pendapatan Baru
Muse tersedia dalam versi gratis dan menawarkan pilihan berlangganan bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas penggunaan lebih besar. Meta menetapkan paket berbayar masing-masing US$20 dan US$100 per bulan.
Model tersebut membuka peluang bagi Meta untuk membangun sumber pendapatan baru dari layanan AI, selain bisnis utama perusahaan yang selama ini banyak bergantung pada iklan digital.
Sejumlah analis juga mulai memperhitungkan potensi komersial Muse apabila jumlah penggunanya berkembang secara signifikan. Namun, besarnya potensi pendapatan tetap bergantung pada tingkat penggunaan dan kesediaan pengguna untuk beralih ke layanan berbayar.
Perjalanan AI Meta Masih Berlanjut
Peluncuran Muse merupakan bagian dari strategi Meta untuk memperluas penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan menyebut Muse sebagai langkah awal menuju pengembangan agen AI personal yang mampu menangani pekerjaan lebih kompleks.
Di sisi lain, pengembangan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan terkait keamanan, privasi, serta akses agen AI terhadap berbagai layanan pengguna. Meta menyatakan pengguna dapat menentukan aplikasi yang ingin dihubungkan dan tingkat akses yang diberikan kepada Muse.
Dengan meningkatnya perhatian pasar terhadap Muse, perkembangan produk tersebut kini menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan investor dalam melihat prospek bisnis AI Meta.
Catatan Redaksi: Kenaikan kekayaan Mark Zuckerberg merupakan perubahan nilai kekayaan berdasarkan pergerakan harga saham dan bukan berarti penerimaan uang tunai sebesar angka tersebut. Nilai kekayaan miliarder dapat berubah mengikuti harga saham yang dimilikinya.
COMMENTS