JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Kondisi tersebut terjadi sehari setelah Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.694 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 25 poin atau sekitar 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.669 per dolar AS.
Rupiah Tertekan Bersama Mata Uang Asia
Pelemahan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang di kawasan Asia juga berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Won Korea Selatan tercatat mengalami pelemahan paling dalam di kawasan Asia, disusul rupee India dan yen Jepang. Ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, serta yuan China juga tercatat mengalami koreksi.
Selain sentimen regional, pergerakan rupiah turut dipengaruhi kondisi global yang masih penuh ketidakpastian. Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Pergantian Menteri Keuangan Jadi Perhatian Pasar
Pergerakan rupiah tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru pada 14 September 2026.
Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal dan sebelumnya telah berada di lingkungan Kementerian Keuangan selama beberapa tahun.
Pergantian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena posisi Menteri Keuangan memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Suahasil menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN. Ia juga menegaskan keberlanjutan kebijakan menjadi salah satu fokusnya, termasuk menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pasar Masih Mencermati Arah Kebijakan
Sejumlah analis sebelumnya menilai pergantian Menteri Keuangan berpotensi mendapat respons positif dari pasar karena Suahasil dinilai memiliki karakter teknokratis dan pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
Meski demikian, pergerakan rupiah tidak hanya ditentukan oleh faktor domestik. Kondisi dolar AS, harga komoditas, perkembangan geopolitik global, serta ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang memengaruhi nilai tukar.
Dengan demikian, pelemahan rupiah pada perdagangan 15 September belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai dampak dari pergantian Menteri Keuangan. Pasar masih membutuhkan waktu untuk melihat arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara.
Catatan Redaksi: Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, perubahan kurs pada satu hari perdagangan tidak serta-merta menunjukkan dampak langsung dari pergantian Menteri Keuangan.
COMMENTS