JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui pengembangan produksi kedelai dalam negeri. Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN Group menggandeng PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) untuk memperluas pengembangan kedelai dengan potensi lahan mencapai sekitar 4.800 hektare.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk memperluas areal tanam. Program tersebut juga mencakup pengembangan benih, budidaya, transfer pengetahuan, hingga penguatan kapasitas petani dan koperasi.
Potensi Lahan Tersebar di Sejumlah Daerah
Potensi pengembangan kedelai sekitar 4.800 hektare tersebut berada di sejumlah wilayah yang dikelola PTPN Group. Lokasinya antara lain Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Pasir Badak dan Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.
PTPN Group akan berperan dalam penyediaan dan pengelolaan lahan sekaligus mengoordinasikan pelaksanaan program melalui entitas terkait. Sementara itu, PT KUAB akan mendukung pelaksanaan budidaya, teknologi, varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan.
Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Tahapan awal diperlukan untuk menguji kesesuaian lahan, produktivitas, model bisnis, serta keberlanjutan pengembangan kedelai sebelum diperluas.
Bidik Swasembada Kedelai
Utusan Khusus Presiden RI Hashim S. Djojohadikusumo menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, pengembangan kedelai merupakan bagian penting dalam membangun fondasi swasembada pangan Indonesia.
Hashim berharap produksi kedelai nasional dapat mencapai swasembada dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun. Pengembangan perbenihan juga dinilai penting agar benih berkualitas dapat disalurkan kepada koperasi dan petani di berbagai daerah.
Program ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor.
Pengembangan Benih Jadi Salah Satu Fokus
Selain memperluas budidaya, kerja sama PTPN Group dan PT KUAB diarahkan untuk membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai. Keberadaan pusat tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih berkualitas untuk mendukung perluasan produksi.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan program akan dijalankan secara terukur dan bertahap agar setiap tahapan dapat dievaluasi secara objektif.
PTPN Group juga akan memanfaatkan pengalaman pengelolaan perkebunan serta aset yang dimiliki untuk mendukung pengembangan kedelai. Di sisi lain, KUAB membawa teknologi, varietas, pendanaan, dan kemampuan budidaya untuk menjalankan program tersebut.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun ekosistem kedelai nasional yang terintegrasi, mulai dari penyediaan benih hingga produksi dan penguatan kapasitas petani.
COMMENTS