dok. psht
MADIUN, LAJUSIAR.COM — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menegaskan bahwa kedatangan ribuan warganya ke Madiun beberapa waktu lalu bertujuan menjalankan mekanisme organisasi melalui forum musyawarah, bukan untuk mencari keributan atau konflik.
Penegasan tersebut disampaikan PSHT melalui artikel berjudul “Kami Hanya Ingin Musyawarah, Bukan Perang!” yang dipublikasikan di situs resmi organisasi pada 27 September 2026. Dalam tulisan tersebut, PSHT menyebut persoalan organisasi seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
PSHT Soroti Suasana di Madiun
Dalam tulisan tersebut, PSHT mempertanyakan anggapan bahwa kedatangan ribuan warga ke Madiun berkaitan dengan potensi kerusuhan. Organisasi itu menyatakan warga yang datang memiliki tujuan untuk membawa persoalan organisasi ke meja musyawarah.
PSHT juga mengingatkan bahwa warga yang datang merupakan bagian dari persaudaraan yang sama. Perbedaan pandangan mengenai organisasi, menurut tulisan tersebut, tidak seharusnya menghilangkan hubungan persaudaraan.
PSHT menilai kekhawatiran terhadap potensi konflik semestinya dapat disikapi melalui komunikasi, koordinasi, serta mekanisme organisasi yang tersedia.
Musyawarah Disebut Jalan Penyelesaian
PSHT menekankan pentingnya pengendalian diri ketika menghadapi persoalan organisasi. Dalam tulisannya, organisasi tersebut menyebut meja musyawarah sebagai tempat untuk menyelesaikan perbedaan, bukan mempertunjukkan kekuatan fisik.
PSHT juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai persaudaraan yang menjadi bagian dari ajaran organisasi. Menurut tulisan tersebut, persoalan kepengurusan seharusnya tidak sampai membuat sesama warga melihat satu sama lain sebagai musuh.
Penundaan Parluh 2026 Jadi Bahan Introspeksi
Penundaan Parluh 2026 disebut PSHT seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi bersama. Selain mempertanyakan alasan forum tidak dapat dilaksanakan, PSHT juga mengajak melihat mengapa forum organisasi dapat dipandang sebagai potensi gangguan keamanan.
Dalam artikelnya, PSHT mempertanyakan penyebab munculnya rasa saling tidak percaya di antara sesama warga serta mengapa perbedaan pandangan organisasi dapat berkembang menjadi kekhawatiran terhadap konflik fisik.
PSHT berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sehingga ketika forum musyawarah kembali dibuka, prosesnya dapat berlangsung dengan lebih baik dan tanpa prasangka berlebihan.
PSHT Tekankan Nilai Persaudaraan
PSHT menyatakan bahwa warga yang datang ke Madiun pada akhirnya akan kembali ke daerah masing-masing, keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, organisasi tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan di tengah persoalan internal.
Dalam penutup artikelnya, PSHT kembali menegaskan bahwa tujuan kedatangan warga adalah bermusyawarah. Organisasi tersebut juga menyerukan agar perbedaan dan penundaan forum tidak dibalas dengan kemarahan, melainkan disikapi secara damai.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan tulisan yang dipublikasikan di situs resmi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada 27 September 2026. Isi mengenai tujuan kedatangan warga, penundaan Parluh 2026, dan pandangan tentang musyawarah merupakan pernyataan atau sudut pandang yang disampaikan dalam artikel tersebut.
COMMENTS