![]() |
| Tangkap Layar Youtube Partai Demokrat |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme mengenai masa depan perekonomian Indonesia. Ia mengatakan sejumlah pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Prabowo, proyeksi tersebut menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan prediksi itu sebagai alasan untuk bersikap berlebihan atau menyombongkan diri.
Prabowo Sebut Indonesia Bisa Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan sejumlah pakar dan institusi internasional memperkirakan Indonesia akan berada di posisi keempat dalam jajaran ekonomi terbesar dunia pada 2050.
Ia bahkan menyebut Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan besar dunia atau great powers pada masa mendatang.
"Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat. Kita akan menjadi negara keempat ekonominya terbesar di dunia," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan optimisme pemerintah terhadap potensi ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.
Minta Indonesia Tidak Sombong
Meski menyampaikan proyeksi positif, Prabowo mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap sombong hanya karena Indonesia diperkirakan masuk jajaran kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Menurutnya, proyeksi tersebut merupakan penilaian dari pihak luar mengenai potensi Indonesia, bukan alasan bagi masyarakat untuk merasa lebih tinggi dibandingkan negara lain.
"Kita tidak boleh sombong," kata Prabowo dalam pidatonya.
Ia menilai masyarakat Indonesia terkadang belum sepenuhnya menyadari besarnya potensi yang dimiliki bangsa. Kesadaran tersebut, menurutnya, perlu dibarengi dengan kerja keras untuk mewujudkan potensi tersebut menjadi kekuatan nyata.
2050 Akan Menjadi Era Generasi Muda
Prabowo juga menyoroti posisi generasi muda dalam mewujudkan proyeksi Indonesia pada 2050.
Menurutnya, ketika Indonesia memasuki tahun 2050, generasi muda yang saat ini sedang tumbuh akan menjadi kelompok yang memegang tanggung jawab utama dalam menentukan arah bangsa.
Ia menyebut tahun 2050 hanya berjarak sekitar 24 tahun dari sekarang. Karena itu, pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini harus dipandang sebagai upaya menyiapkan fondasi bagi generasi berikutnya.
Generasi Sekarang Menyiapkan Fondasi
Prabowo menggambarkan generasi pemimpin saat ini sebagai anak tangga yang akan digunakan generasi lebih muda untuk melanjutkan perjalanan bangsa.
Ia menyinggung dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai bagian dari generasi yang memiliki tugas menyiapkan landasan bagi generasi penerus.
"Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia," ujar Prabowo.
Potensi Besar Indonesia Perlu Dikelola
Optimisme mengenai posisi Indonesia pada 2050 tidak terlepas dari besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, baik dari sisi sumber daya, jumlah penduduk, maupun posisi strategis di kawasan.
Namun, potensi tersebut tidak otomatis membuat Indonesia menjadi kekuatan ekonomi besar. Diperlukan kebijakan yang konsisten, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan ekonomi yang mampu menghadapi perubahan global.
Pemerintah juga perlu memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan tidak hanya tercermin dari angka-angka makroekonomi.
Indonesia Dihadapkan pada Tantangan Besar
Prabowo mengakui Indonesia memiliki tantangan besar karena wilayahnya sangat luas dan tersebar di berbagai daerah.
Dalam pidatonya, ia membandingkan skala Indonesia dengan negara seperti Singapura. Indonesia memiliki wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah sekolah yang mencapai ratusan ribu dan tersebar dari pulau-pulau kecil hingga kawasan pegunungan.
Kondisi tersebut membuat pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan kerja keras serta pengelolaan yang efektif.
Ekonomi Besar Harus Diikuti Kesejahteraan
Proyeksi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050 pada akhirnya bukan hanya soal posisi Indonesia dalam peringkat global.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan.
Karena itu, generasi muda yang akan memegang kendali pada 2050 dipandang memiliki peran penting dalam menentukan apakah potensi tersebut benar-benar dapat diwujudkan.
Prabowo: Indonesia Harus Tetap Bersatu
Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, perbedaan yang ada di Indonesia tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kekuatan nasional.
Ia menilai Indonesia yang kini telah berusia 81 tahun tetap mampu berdiri kokoh karena masyarakatnya dapat menjaga persatuan di tengah keberagaman.
"Berbeda, tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan," ujar Prabowo.
Menatap Indonesia 2050
Proyeksi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050 memberikan gambaran mengenai besarnya harapan terhadap masa depan ekonomi nasional.
Namun, prediksi tersebut masih merupakan proyeksi dan bukan jaminan. Untuk mencapainya, Indonesia harus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menghadapi berbagai perubahan ekonomi global.
Pesan Prabowo agar rakyat tidak sombong menjadi pengingat bahwa optimisme perlu disertai kerja keras dan tanggung jawab.
Jika proyeksi tersebut benar-benar terwujud, generasi muda saat ini akan menjadi generasi yang memimpin Indonesia ketika negara ini berada di salah satu posisi teratas dalam perekonomian dunia pada 2050.
Catatan redaksi: Proyeksi Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050 merupakan pernyataan Presiden Prabowo yang merujuk pada prediksi sejumlah pakar dan institusi dunia, bukan posisi ekonomi yang sudah terjadi saat ini.

COMMENTS