KOMPAS.com/Dharma Harisa
SOLOK, LAJUSIAR.COM — Pemulihan pascabanjir bandang atau galodo yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp819 miliar.
Dana tersebut diperlukan untuk menangani berbagai dampak bencana, mulai dari perbaikan infrastruktur, pemulihan fasilitas umum, hingga penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Kebutuhan Pemulihan Capai Rp819 Miliar
Besarnya kebutuhan anggaran menggambarkan luasnya dampak bencana yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok.
Selain menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, banjir bandang juga membawa material lumpur, batu, kayu, dan sedimen yang mengganggu aliran sungai serta akses transportasi masyarakat.
Pemerintah perlu melakukan penanganan secara bertahap, baik dalam masa tanggap darurat maupun pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebagian Anggaran Telah Disiapkan
Dari total kebutuhan pemulihan tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp550 miliar untuk mendukung proses penanganan pascabencana.
Anggaran tersebut akan diarahkan untuk membiayai berbagai kebutuhan pemulihan sesuai hasil pendataan kerusakan dan skala prioritas di lapangan.
Namun, kebutuhan keseluruhan yang mencapai Rp819 miliar menunjukkan masih terdapat selisih anggaran yang perlu dipenuhi agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.
Penanganan Infrastruktur Menjadi Prioritas
Salah satu pekerjaan penting yang dilakukan pemerintah adalah mengembalikan fungsi aliran sungai yang mengalami pendangkalan parah akibat material bencana.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang melakukan normalisasi alur sungai sepanjang sekitar dua kilometer. Material sedimen yang terbawa banjir telah menutup aliran sungai di sekitar Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok.
Penanganan tersebut dinilai mendesak karena pendangkalan berpotensi meningkatkan risiko banjir bandang susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Selain normalisasi sungai, pemerintah juga menangani sedimentasi yang menyumbat gorong-gorong di ruas jalan provinsi Padang-Solok. Sejumlah pompa dan alat berat dikerahkan untuk membantu proses pembersihan.
Pemerintah Siapkan Langkah Jangka Panjang
Penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada pembersihan material dan pemulihan akses jalan. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan infrastruktur penahan sedimen atau sabo dam di bagian hulu aliran sungai. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mengendalikan material yang terbawa dari wilayah hulu menuju kawasan permukiman.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, serta kementerian dan lembaga terkait terus berkoordinasi dalam mempercepat pemulihan Kabupaten Solok.
Catatan Redaksi: Anggaran Rp819 miliar merupakan perkiraan kebutuhan pemulihan pascabencana, sedangkan Rp550 miliar merupakan dana yang telah disiapkan. Nilai tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh anggaran telah dibelanjakan.
COMMENTS