Instagram @pontifex
PARIS, LAJUSIAR.COM — Paus Leo XIV kembali menyoroti risiko perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan meminta para pemimpin dunia serius membahas aturan serta pengawasannya.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo dalam kunjungannya ke Prancis pada September 2026. Ia menilai perkembangan teknologi AI membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan risiko baru terhadap keamanan, perdamaian internasional, dan kehidupan manusia.
Paus Leo Minta AI Tetap Melayani Manusia
Dalam sejumlah pidatonya, Paus Leo menekankan agar perkembangan AI tetap diarahkan untuk kepentingan manusia. Menurut dia, teknologi tidak seharusnya berkembang tanpa mempertimbangkan martabat dan kebutuhan manusia.
Paus Leo juga memperingatkan bahwa perkembangan teknologi yang tidak disertai pertimbangan etis dapat memengaruhi hubungan sosial dan cara manusia memandang dirinya sendiri.
Dalam pidatonya di markas UNESCO di Paris, ia menyerukan agar teknologi baru tetap berada dalam pelayanan terhadap manusia dan tidak berubah menjadi sarana dominasi maupun ketidakadilan.
Dorong Aturan Global
Paus Leo sebelumnya telah menyerukan adanya aturan global untuk mengawasi perkembangan industri AI. Pada Mei 2026, ia meminta para pemimpin dunia bekerja sama dalam membangun tata kelola teknologi tersebut.
Menurut Paus Leo, perubahan yang ditimbulkan AI memiliki skala yang sulit diprediksi. Karena itu, pengawasan tidak cukup dilakukan oleh satu negara atau pihak tertentu saja.
Paus Leo juga menyoroti potensi AI terhadap keamanan dan perdamaian internasional. Ia meminta para pemimpin dunia menjalankan tata kelola teknologi tersebut secara bijaksana.
Risiko terhadap Anak dan Masyarakat
Dalam kunjungannya ke UNESCO, Paus Leo turut menyoroti perlunya perlindungan terhadap anak-anak dalam perkembangan teknologi digital. Ia menilai kerentanan anak tidak boleh menjadi peluang untuk eksploitasi.
Perhatian terhadap AI juga mencakup dampaknya terhadap informasi, hubungan sosial, pekerjaan, serta cara masyarakat mengambil keputusan.
Seruan tersebut muncul ketika sejumlah negara dan organisasi internasional juga tengah membahas kerangka pengawasan AI. Dalam Sidang Umum PBB pada September 2026, sejumlah pemimpin dunia menyerukan penguatan pengamanan dan pengawasan internasional terhadap AI.
AI dan Masa Depan Kemanusiaan
Paus Leo menjadikan persoalan AI sebagai salah satu perhatian penting dalam masa kepemimpinannya. Ia menilai kemajuan teknologi perlu disertai kebijaksanaan agar manfaatnya dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Vatikan juga mendorong dialog dengan para pengembang dan perusahaan teknologi untuk membahas bagaimana AI dapat dikembangkan sebagai alat yang membantu manusia, bukan menggantikan atau merugikan kehidupan manusia.
Perdebatan mengenai tata kelola AI kini mencakup berbagai persoalan, mulai dari keamanan, perlindungan data, dampak terhadap pekerjaan, penggunaan AI dalam persenjataan, hingga perlindungan kelompok rentan.
Catatan Redaksi: Pernyataan mengenai risiko AI dan perlunya pengawasan global dalam artikel ini merupakan pandangan serta seruan Paus Leo XIV yang disampaikan dalam sejumlah forum internasional. Perdebatan mengenai bentuk aturan dan tata kelola AI masih berlangsung di berbagai negara dan lembaga internasional.
:::
COMMENTS