Ratusan warga datang pada Jumat (4/9/2026) malam untuk membeli ikan langsung dari nelayan. Keramaian mulai terlihat sekitar pukul 20.00 WIB dan semakin ramai ketika perahu nelayan kembali dari melaut.
Harga ikan yang relatif murah menjadi salah satu daya tarik. Ikan lisong dijual sekitar Rp10 ribu untuk tiga hingga empat ekor, bergantung pada ukuran.
Ikan Langsung Diburu Pembeli
Setibanya perahu di pantai, warga langsung mendatangi lokasi pendaratan untuk mendapatkan ikan segar.
Transaksi berlangsung cepat karena hasil tangkapan nelayan umumnya langsung habis dibeli tanpa melalui proses pelelangan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Salah seorang nelayan Pantai Baron, Tulas, mengatakan melimpahnya ikan lisong merupakan fenomena musiman yang tidak selalu terjadi setiap tahun.
“Ini sedang naik ke permukaan jadi mudah nangkepnya,” kata Tulas.
Dalam sekali melaut, nelayan disebut dapat membawa pulang sekitar 2 hingga 3 kuintal ikan lisong.
Fenomena Langka dalam Beberapa Tahun
Nelayan lainnya, Warno, menyebut kondisi melimpahnya ikan lisong kali ini tergolong tidak biasa.
Menurut dia, hasil tangkapan sebanyak itu sudah sekitar tiga tahun tidak terjadi.
“Setahun tidak pasti, apalagi kalau anginnya sedang kencang. Sudah kira-kira tiga tahunan tidak seperti ini,” ujarnya.
Selain ikan lisong, nelayan juga membawa ikan layur. Namun, jumlah ikan lisong yang melimpah membuat jenis ikan tersebut paling banyak diburu warga.
Akses ke Lokasi Pendaratan Lebih Mudah
Ramainya pembeli juga didukung kondisi akses di sekitar Pantai Baron.
Aliran sungai yang sebelumnya menghambat warga menuju lokasi pendaratan kini tertutup pasir. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mudah mendekati area ketika perahu nelayan tiba.
Fenomena melimpahnya ikan lisong pun menjadi berkah bagi nelayan sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat mendapatkan ikan segar dengan harga terjangkau.
Pantai Baron akhirnya tidak hanya ramai oleh aktivitas wisata, tetapi juga dipadati warga yang berburu hasil tangkapan nelayan hingga malam hari.

COMMENTS