KOMPAS.com/Hilda B Alexander
BEKASI, LAJUSIAR.COM — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta maaf kepada petani di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengeluhkan sawah mereka mengalami kekeringan selama sekitar tujuh bulan.
Momen tersebut terjadi ketika Dody menemui langsung para petani untuk mendengar keluhan mengenai kondisi pengairan yang berdampak pada aktivitas pertanian mereka.
Menteri PU Peluk Petani dan Minta Maaf
Dalam pertemuan tersebut, Dody Hanggodo tampak memeluk salah seorang petani. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kondisi sawah yang mengalami kekeringan dalam waktu cukup lama.
Keluhan petani berkaitan dengan persoalan ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan menjalankan kegiatan bercocok tanam secara normal.
Dody kemudian mendengarkan langsung kondisi yang dialami petani serta persoalan jaringan pengairan yang menjadi perhatian masyarakat setempat.
Kekeringan Berdampak pada Pertanian
Masalah ketersediaan air menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian di tengah musim kemarau. Sawah yang tidak mendapatkan pasokan air memadai berisiko mengalami gagal tanam maupun gagal panen.
Kementerian PU sebelumnya menyatakan pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menangani kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan persawahan.
Hingga 24 September 2026, Kementerian PU mencatat penanganan kekeringan telah dilakukan di 3.288 lokasi. Dari jumlah tersebut, 358 lokasi berada di area persawahan dan intervensi yang dilakukan disebut telah membantu menyelamatkan sekitar 141.440 hektare sawah dari risiko gagal tanam dan gagal panen.
Penanganan Dilakukan Melalui Pengairan
Penanganan kekeringan oleh Kementerian PU dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain pemompaan air dari sumber yang tersedia menuju areal sawah, perbaikan saluran irigasi, optimalisasi jaringan pengairan, serta pemasangan pipa apabila diperlukan.
Pemerintah juga melakukan pemantauan kondisi sumber daya air dan mengatur operasi bendungan secara adaptif untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi maupun masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian PU juga melaporkan penanganan kekeringan dilakukan di ratusan lokasi persawahan dan permukiman di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak musim kemarau.
Petani Menunggu Solusi Pengairan
Bagi petani, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk memastikan lahan dapat kembali ditanami. Karena itu, persoalan saluran irigasi dan sumber air menjadi salah satu hal yang perlu segera ditangani ketika terjadi kekeringan berkepanjangan.
Pemerintah melalui Kementerian PU terus melakukan intervensi di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan air. Penanganan di lapangan diharapkan dapat membantu mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kerugian yang dialami petani.
Permintaan maaf Dody kepada petani Bekasi menjadi bagian dari dialog langsung pemerintah dengan masyarakat yang terdampak persoalan pengairan. Tindak lanjut terhadap kondisi sawah dan jaringan irigasi di lokasi tersebut masih menjadi bagian penting dari penanganan kekeringan.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan mengenai kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo dan kondisi kekeringan yang dikeluhkan petani di Bekasi. Data penanganan kekeringan secara nasional mengacu pada informasi Kementerian PU hingga 24 September 2026.
COMMENTS