Tribunnews/Fahdi Fahlevi
MAGELANG, LAJUSIAR.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Candi Borobudur dan Candi Prambanan tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat spiritualitas dunia.
Gagasan tersebut menempatkan kedua candi sebagai bagian penting dalam pengembangan wisata religi sekaligus ruang spiritual yang dapat memiliki daya tarik bagi masyarakat dari berbagai negara.
Candi Borobudur selama ini memiliki keterkaitan kuat dengan umat Buddha, sedangkan Candi Prambanan merupakan salah satu situs penting dalam sejarah dan tradisi Hindu. Pemerintah sebelumnya juga telah menyepakati pemanfaatan kedua kawasan candi untuk kegiatan keagamaan umat Hindu dan Buddha dari Indonesia maupun dunia.
Pengembangan fungsi spiritual tersebut diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan kedudukan Borobudur dan Prambanan sebagai warisan budaya. Pengelolaan kawasan juga perlu menjaga nilai sejarah, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam perkembangannya, Borobudur telah menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan berskala internasional. Perayaan Waisak, misalnya, turut memperkuat peran kawasan tersebut sebagai ruang spiritual sekaligus destinasi budaya.
Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Pemanfaatan Borobudur dan Prambanan sebagai pusat spiritualitas dunia membuka peluang bagi kedua kawasan tersebut untuk memiliki fungsi yang lebih luas. Kegiatan keagamaan, budaya, pendidikan, dan dialog antarumat dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan.
Konsep tersebut juga sejalan dengan upaya menjadikan kawasan candi sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga nilai sejarah, budaya, dan spiritual kepada pengunjung.
Pengelola kawasan Borobudur dan Prambanan sebelumnya telah mengembangkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan spiritual. Borobudur, misalnya, diposisikan sebagai destinasi yang memadukan nilai spiritual dan sejarah.
Dengan pengembangan yang terarah, Borobudur dan Prambanan diharapkan dapat semakin dikenal di tingkat internasional, sekaligus tetap mempertahankan nilai dan fungsi pentingnya bagi umat beragama serta masyarakat luas.
Catatan Redaksi: Pengembangan Borobudur dan Prambanan sebagai pusat spiritualitas perlu berjalan seiring dengan pelestarian kedua candi sebagai warisan budaya. Pemanfaatan untuk kegiatan keagamaan juga tetap membutuhkan pengelolaan yang memperhatikan nilai sejarah dan kelestarian kawasan.
COMMENTS