KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetya
JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Massa buruh mulai berdatangan ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). Aparat gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah buruh telah tiba di sekitar Plaza UOB, kawasan Dukuh Atas. Lokasi tersebut menjadi titik pemusatan aksi setelah adanya kesepakatan antara pihak kepolisian dan penanggung jawab demonstrasi.
Jalan Sudirman Arah Bundaran HI Ditutup
Polisi melakukan penutupan sementara Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia (HI). Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya jumlah massa aksi.
Penutupan juga diberlakukan di Jalan MH Thamrin arah Monas. Kendaraan dari arah Semanggi yang hendak melintas menuju Monas dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif, termasuk Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Galunggung.
Akibat pengaturan tersebut, kepadatan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Jenderal Sudirman, terutama dari arah Semanggi hingga kawasan Patung Jenderal Sudirman.
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan
Polda Metro Jaya menyiapkan puluhan ribu personel gabungan untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah hukumnya pada hari yang sama.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut sebanyak 26.386 personel gabungan dikerahkan. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan pengamanan dalam DPR-MPR.
Khusus kawasan Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Jalan Thamrin, sebanyak 4.051 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan serta pengaturan aktivitas masyarakat.
Sejumlah kendaraan Brimob, kendaraan taktis, serta personel TNI dan Polri terlihat berada di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin.
Massa Buruh Diminta Menyampaikan Aspirasi Secara Tertib
Pihak kepolisian menyatakan aksi buruh akan dikawal dengan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dialog, dan langkah persuasif.
Polisi juga menyebut massa aksi telah menyepakati pembatasan waktu penyampaian aspirasi. Setelah tuntutan disampaikan, peserta aksi diharapkan membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sekaligus memastikan aktivitas warga lainnya di kawasan Sudirman-Thamrin tetap berjalan.
Aksi buruh kali ini digelar oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Salah satu isu yang menjadi perhatian massa adalah penolakan terhadap draf Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan inisiatif DPR RI.
Catatan Redaksi: Situasi lalu lintas dan pengamanan di kawasan Sudirman-Thamrin dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan jumlah massa serta kebijakan petugas di lapangan.
COMMENTS