| KOMPAS.com/Yusuf Bastiar |
BATANG, LAJUSIAR.COM — Jumlah warga yang mengalami gejala dan menjalani pemeriksaan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali bertambah. Hingga Jumat (25/9/2026) pukul 13.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat sebanyak 521 orang telah diperiksa.
Kasus tersebut masih berstatus dugaan keracunan. Pemerintah dan tim terkait masih melakukan penanganan serta investigasi untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para penerima MBG.
173 Orang Dirujuk
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi menyampaikan, dari total 521 orang yang tercatat, sebanyak 173 orang dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, 326 orang menjalani rawat jalan dan 23 orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Bawang.
Selain Puskesmas Bawang, sejumlah fasilitas kesehatan lain juga menangani pasien. Data Dinkes Batang mencatat 66 orang berada di RSUD Batang, 41 orang di RSUD Limpung, 11 orang di Puskesmas Subah, dan lima orang di Puskesmas Gringsing 1.
Kondisi Pasien Berangsur Membaik
Ida mengatakan kondisi pasien yang menjalani rawat inap secara umum mulai membaik. Sebagian pasien bahkan telah bersiap untuk kembali ke rumah.
Meski demikian, masih terdapat pasien yang mengalami keluhan seperti mual, diare, dan rasa tidak nyaman pada bagian perut.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya. Pada Kamis (24/9) malam, jumlah warga yang tercatat menjalani pemeriksaan telah mencapai 498 orang.
SPPG Bawang Dibekukan Sementara
Seiring penanganan kasus tersebut, operasional SPPG Bela Batang Sejahtera yang memasok makanan MBG ke wilayah terdampak telah dibekukan selama 30 hari.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang Hadiriajaya mengatakan, penghentian sementara tersebut masih dapat berkembang menjadi penutupan permanen apabila hasil evaluasi dan investigasi menemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan.
Keberlanjutan operasional SPPG akan ditentukan setelah proses evaluasi dilakukan. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Penyebab Masih Menunggu Investigasi
Pemerintah Kabupaten Batang sebelumnya menyatakan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan bukti klinis melalui prosedur laboratorium.
Karena itu, dugaan bahwa makanan MBG menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan masih perlu dibuktikan melalui proses investigasi dan pemeriksaan ilmiah.
Pemerintah daerah juga memastikan penanganan medis bagi pasien menjadi prioritas. Tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut berdasarkan pembaruan yang disampaikan pemerintah daerah.
Catatan Redaksi: Jumlah 521 merupakan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Jumat (25/9/2026) pukul 13.00 WIB. Istilah “dugaan keracunan” digunakan karena penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium.
COMMENTS