Tribun Jogja/MG Fuza Nihayatul Chusna
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Kekhawatiran terhadap keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat sebagian orang tua mulai mengambil langkah antisipasi. Mereka memilih membawakan bekal dari rumah untuk anak daripada mengambil risiko setelah munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan MBG.
Program MBG pada dasarnya mendapat dukungan karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi anak selama berada di sekolah. Namun, munculnya kasus dugaan keracunan membuat sebagian orang tua merasa cemas dengan makanan yang dikonsumsi anak mereka.
Orang Tua Mulai Pilih Bekal dari Rumah
Sejumlah orang tua memilih menyiapkan makanan sendiri untuk dibawa anak ke sekolah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memastikan makanan yang dikonsumsi anak berasal dari rumah dan telah diketahui proses pengolahannya.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah adanya laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG di sejumlah daerah. Orang tua berharap persoalan keamanan pangan menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program tersebut.
Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Kasus dugaan keracunan menjadi pengingat bahwa kualitas dan keamanan makanan perlu mendapat pengawasan ketat. Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
Orang tua juga berharap pemerintah segera memastikan setiap dapur penyedia MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan. Dengan begitu, manfaat program pemenuhan gizi bagi anak tidak justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Program MBG Diharapkan Tetap Berjalan Aman
Sejumlah orang tua tidak serta-merta menolak program MBG. Mereka berharap evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut dapat terjaga.
Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting agar makanan yang diberikan kepada anak benar-benar aman dan layak dikonsumsi. Bagi orang tua, kesehatan dan keselamatan anak tetap menjadi pertimbangan utama dalam mengikuti program MBG.
COMMENTS