Media Center Haji 2026
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka peluang menggunakan maskapai lain untuk penerbangan jemaah haji. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2027.
Opsi tersebut muncul di tengah pembahasan tarif penerbangan yang masih berlangsung. Pemerintah berharap maskapai dapat menawarkan harga lebih kompetitif sehingga beban biaya yang harus ditanggung jemaah bisa ditekan.
Biaya Penerbangan Jadi Komponen Penting
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, menjelaskan bahwa biaya penerbangan menjadi salah satu komponen terbesar dalam BPIH.
Menurutnya, komponen transportasi udara menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, penurunan tarif penerbangan akan berdampak langsung terhadap besaran biaya haji.
“Kalau ini penerbangan bisa turun, ya otomatis BPIH bisa turun,” ujar Ian Heriyawan di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Saat ini, Kemenhaj masih melakukan penghitungan dan evaluasi terhadap penawaran harga dari maskapai yang akan melayani penerbangan jemaah haji.
Maskapai Lain Bisa Dipertimbangkan
Ian mengatakan, masukan untuk mempertimbangkan maskapai lain yang menawarkan harga lebih kompetitif akan menjadi salah satu bahan pembahasan pemerintah.
Namun, keputusan tersebut tidak hanya mempertimbangkan faktor harga. Aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan kepada jemaah tetap menjadi perhatian utama.
Pemerintah tidak ingin upaya menekan biaya justru mengorbankan standar pelayanan penerbangan haji.
Tiga Komponen Utama Biaya Haji
Kemenhaj menjelaskan bahwa secara umum terdapat tiga komponen utama yang memengaruhi besaran BPIH.
- Biaya pelayanan jemaah di dalam negeri.
- Biaya layanan jemaah selama berada di luar negeri.
- Biaya penerbangan haji.
Ian menyebut biaya pelayanan dalam negeri dan luar negeri sebagian besar telah difinalisasi. Sementara itu, pembahasan tarif penerbangan masih terus dilakukan karena nilainya cukup besar dan berpengaruh terhadap total biaya haji.
Belum Ada Tarif Final
Negosiasi dengan maskapai telah dilakukan melalui pertemuan langsung maupun daring. Meski demikian, hingga Senin (21/9/2026), belum ada angka final yang disepakati terkait tarif penerbangan haji.
Kemenhaj berharap pembahasan tersebut menghasilkan solusi yang dapat menjaga efisiensi biaya sekaligus memastikan jemaah memperoleh layanan penerbangan yang aman dan layak.
Catatan Redaksi: Opsi penggunaan maskapai lain masih berada dalam tahap pembahasan. Belum ada keputusan final mengenai maskapai yang akan digunakan maupun besaran biaya penerbangan haji.
COMMENTS