Tribunnews
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mendorong penyelesaian konflik di Papua melalui pendekatan damai. Menurutnya, dialog dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Papua menjadi bagian penting untuk mencari jalan keluar.
JK menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan. Pemerintah perlu memahami akar persoalan sekaligus mendengarkan suara dan tuntutan masyarakat di Papua.
JK Tekankan Pentingnya Dialog
Menurut JK, sebagian masyarakat Papua memiliki pandangan dan keluhan tertentu terhadap pemerintah pusat. Karena itu, pendekatan dialog dinilai penting untuk membangun kepercayaan antara masyarakat Papua dan pemerintah.
JK mengatakan pemerintah perlu memberikan penjelasan sekaligus meyakinkan masyarakat mengenai posisi negara terhadap Papua. Ia menilai pemahaman terhadap akar persoalan menjadi kunci agar upaya perdamaian dapat berjalan.
“Inilah cara mendamaikannya. Kita harus mengerti pokok permasalahannya. Kalau Anda tidak mengerti persoalan ini, sulit,” kata JK.
Pengalaman Menyelesaikan Konflik
JK dikenal pernah terlibat dalam sejumlah proses penyelesaian konflik di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menilai pendekatan dialog dapat digunakan dalam mencari solusi atas persoalan di Papua.
Ia juga menyatakan kesediaannya memberikan masukan maupun membantu pemerintah apabila dibutuhkan dalam proses penyelesaian konflik Papua.
Bagi JK, penyelesaian konflik membutuhkan komunikasi yang terbuka serta kemauan untuk memahami kepentingan masyarakat di wilayah yang mengalami konflik.
Pendekatan Damai Jadi Pilihan
JK menegaskan bahwa konflik Papua dapat dicari penyelesaiannya melalui cara damai. Menurutnya, pemerintah perlu melihat persoalan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan.
Dialog yang melibatkan pihak-pihak terkait diharapkan dapat membuka ruang untuk membangun kepercayaan dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.
COMMENTS