(KOMPAS.COM/RASYID RIDHO)
PANDEGLANG, LAJUSIAR.COM — Jenazah Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang membawa rombongan lima jurnalis, dijadwalkan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Rencana pemakaman tersebut disampaikan setelah jenazah Surakman berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Korban sebelumnya ditemukan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, setelah kapal yang ditumpanginya hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Jenazah Dipulangkan dari Bengkulu
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan jenazah Surakman akan dipulangkan melalui jalur udara dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Proses pemulangan tersebut melibatkan koordinasi antara Polda Banten, Polda Bengkulu, Basarnas, pemerintah daerah, serta pihak keluarga korban.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa jenazah diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis pagi. Selanjutnya, pihak keluarga bersama Polres Pandeglang akan menjemput dan membawa jenazah ke rumah duka.
Akan Dimakamkan di TPU Ki Demang
Anak korban, Yayat Suryadi, mengatakan keluarga telah menerima kabar identifikasi tersebut dan bersiap memakamkan Surakman di Carita.
Setelah tiba di Pandeglang, jenazah rencananya disalatkan terlebih dahulu di Masjid Agung. Pemakaman kemudian dilaksanakan di TPU Ki Demang, Carita, pada Kamis siang.
Keluarga juga berencana menggelar tahlilan pada Kamis malam sebagai rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum.
Surakman Ditemukan di Pulau Enggano
Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang setelah KM Arupadhatu I mengalami hilang kontak pada 7 September 2026. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru ketika hendak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.
Sesosok jenazah tanpa identitas ditemukan di wilayah pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026. Setelah melalui proses pemeriksaan dan pencocokan data DNA dengan keluarga, polisi memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman.
Dengan teridentifikasinya Surakman, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum ditemukan. Mereka terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, dan seorang pemandu.
Operasi pencarian sebelumnya telah dihentikan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan dan pesisir. Namun, pencarian dapat kembali dibuka apabila muncul informasi atau temuan baru yang berkaitan dengan rombongan KM Arupadhatu I.
Catatan Redaksi: Identitas Surakman telah dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Sementara itu, penyebab pasti hilang kontak dan keberadaan tujuh orang lainnya masih belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
COMMENTS