AFP/Karim Jaafar
TEHERAN, LAJUSIAR.COM — Iran masih menunggu penyampaian respons resmi Amerika Serikat melalui para mediator setelah Presiden Donald Trump menyatakan menolak proposal Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pernyataan Trump telah diketahui pemerintah Iran. Namun, menurut dia, belum ada penolakan resmi yang disampaikan melalui mediator yang terlibat dalam komunikasi kedua pihak.
Iran Tetap Menunggu Respons Resmi
Araghchi mengatakan Iran menunggu mediator menyampaikan sikap definitif Washington sebelum Teheran menentukan langkah berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berpegang pada sejumlah persyaratan yang telah disampaikan dalam pembicaraan sebelumnya.
Menurut laporan Reuters, Araghchi menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada terpenuhinya persyaratan Iran. Ia juga menyebut solusi yang dinegosiasikan sebagai jalan untuk mengakhiri kebuntuan antara kedua pihak.
Isi Proposal Iran
Proposal yang disampaikan Iran dalam rangkaian pertemuan di New York menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu sekitar tujuh hari. Iran juga mengusulkan dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir.
Syarat yang dikaitkan dengan proposal tersebut antara lain penghentian tekanan militer Amerika Serikat, pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi minyak, serta penghentian permusuhan di kawasan.
Iran sebelumnya menyampaikan proposal tersebut kepada Amerika Serikat melalui mediator, termasuk Qatar. Tehran menyatakan langkah pembukaan Selat Hormuz dan pembicaraan lanjutan dapat dilakukan setelah persyaratan yang diajukan dipenuhi.
Trump Menyatakan Menolak Proposal
Trump pada Sabtu (26/9/2026) mengatakan dirinya telah menolak proposal Iran. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan saat berada di Gedung Putih.
Trump berpendapat Iran ingin segera membuka Selat Hormuz karena menghadapi tekanan akibat konflik dan pembatasan terhadap aktivitas ekonominya.
Meski demikian, terdapat perbedaan antara pernyataan publik Trump dan informasi mengenai jalur komunikasi melalui mediator. Seorang pejabat AS mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran masih berlangsung dan disebut bersifat positif serta konstruktif.
Selat Hormuz Jadi Titik Penting
Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik karena merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap lalu lintas di kawasan tersebut telah berdampak pada pengiriman minyak dan perekonomian global.
Situasi selanjutnya masih bergantung pada perkembangan komunikasi antara Washington dan Teheran. Iran menyatakan akan menentukan langkah setelah menerima sikap resmi Amerika Serikat melalui mediator.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan mengenai respons Iran terhadap pernyataan Donald Trump terkait proposal pembukaan Selat Hormuz dan penghentian konflik. Perkembangan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung dan posisi kedua pihak dapat berubah mengikuti hasil komunikasi melalui mediator.
COMMENTS