| KOMPAS.com/Ruly Kurniawan |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Harga minyak dunia yang menembus level 100 dollar AS per barel kembali menimbulkan perhatian terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menghadapi tekanan akibat kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut dinilai belum membuat APBN kehilangan kemampuan untuk menahan dampaknya.
APBN Masih Memiliki Ruang Fiskal
Purbaya mengatakan pemerintah telah memperhitungkan berbagai risiko dalam penyusunan APBN. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perubahan harga komoditas energi, termasuk minyak mentah.
Kenaikan harga minyak memang dapat memberikan tekanan terhadap sejumlah komponen dalam anggaran negara. Namun, pemerintah menilai kondisi APBN masih memiliki bantalan untuk menghadapi perubahan tersebut.
Menurut pemerintah, kemampuan APBN menghadapi kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh perkembangan penerimaan negara dan kebijakan fiskal yang dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Kenaikan Minyak Beri Dampak ke Anggaran
Harga minyak yang lebih tinggi dapat memengaruhi anggaran melalui berbagai jalur. Kenaikan harga energi dapat meningkatkan kebutuhan anggaran untuk sejumlah kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan subsidi dan kompensasi energi.
Di sisi lain, perubahan harga minyak juga dapat memengaruhi penerimaan negara dari sektor migas. Karena itu, dampak akhirnya terhadap APBN tidak hanya ditentukan oleh harga minyak, tetapi juga oleh faktor lain seperti produksi, nilai tukar, serta kebijakan pemerintah.
Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi perekonomian global untuk memastikan kebijakan fiskal tetap berada dalam koridor yang aman.
Pemerintah Siapkan Antisipasi
Situasi harga minyak global menjadi perhatian karena pergerakannya sangat dipengaruhi kondisi geopolitik dan keseimbangan pasokan serta permintaan dunia.
Purbaya menegaskan pemerintah memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga ketahanan APBN apabila tekanan dari kenaikan harga minyak berlangsung lebih lama.
Dengan adanya ruang fiskal tersebut, pemerintah berupaya menjaga agar gejolak harga minyak global tidak langsung menimbulkan tekanan besar terhadap stabilitas anggaran maupun perekonomian nasional.
Pemerintah pun akan terus mengevaluasi perkembangan harga minyak dan dampaknya terhadap APBN 2026 sebelum menentukan langkah lanjutan.
COMMENTS