LAJUSIAR.COM — Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong sejumlah negara Eropa mengambil langkah untuk menahan dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah di beberapa negara memilih memangkas pajak bahan bakar, memperluas subsidi, hingga memberikan bantuan langsung kepada kelompok yang terdampak.
Kebijakan tersebut ditempuh di tengah tekanan harga energi yang meningkat akibat gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik. Harga bensin dan diesel di sejumlah negara Eropa bahkan mencapai level tinggi, sehingga pemerintah berupaya mengurangi beban yang ditanggung konsumen.
Prancis Perluas Bantuan untuk Pengguna BBM
Prancis menjadi salah satu negara yang memperluas bantuan untuk menghadapi kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah mengumumkan paket bantuan senilai 450 juta euro untuk memperluas dukungan kepada masyarakat dan sektor usaha yang bergantung pada BBM.
Salah satu kebijakan tersebut berupa bantuan 100 euro bagi sekitar 5,5 juta pekerja yang menggunakan kendaraan untuk perjalanan kerja dengan jarak tertentu. Bantuan itu diberikan hingga akhir tahun.
Pemerintah Prancis juga memperpanjang subsidi bahan bakar bagi petani, nelayan, dan perusahaan konstruksi. Selain itu, voucher energi senilai 48 hingga 277 euro dipercepat pemberiannya untuk membantu sekitar 5,8 juta keluarga memenuhi kebutuhan energi.
Jerman Pangkas Pajak BBM
Jerman memilih menurunkan pajak energi untuk bensin dan diesel. Kebijakan tersebut akan berlaku mulai 1 Oktober hingga akhir 2026.
Penurunan pajak diperkirakan membuat harga bensin dan diesel turun sekitar 17 sen euro per liter. Pemerintah Jerman menyiapkan anggaran sekitar 2,5 miliar euro untuk kebijakan tersebut.
Selain pemangkasan pajak, pemerintah Jerman juga berencana berdiskusi dengan perusahaan minyak mengenai kemungkinan penerapan batas harga BBM. Mekanisme tersebut ditargetkan dapat diterapkan paling lambat 1 Januari 2027.
Spanyol Perpanjang Pemangkasan Pajak
Spanyol juga memperpanjang kebijakan pemotongan pajak BBM yang sebelumnya diberlakukan sejak Maret. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket senilai sekitar 5 miliar euro untuk meredam dampak kenaikan harga energi.
Potongan pajak saat ini setara sekitar 5 sen euro per liter. Pemerintah menyiapkan mekanisme otomatis yang memungkinkan potongan meningkat hingga 20 sen euro per liter apabila inflasi harga BBM tahunan melampaui 15 persen.
Selain itu, subsidi bahan bakar untuk perusahaan transportasi, petani, peternak, dan nelayan juga diperpanjang.
Tekanan Harga BBM Berdampak ke Ekonomi Eropa
Kenaikan harga BBM memberikan tekanan tidak hanya kepada konsumen, tetapi juga sektor usaha yang bergantung pada transportasi dan energi. Biaya distribusi, operasional, serta perjalanan masyarakat ikut terdampak ketika harga bahan bakar meningkat.
Uni Eropa sendiri sangat bergantung pada impor energi. Data statistik Uni Eropa menunjukkan impor memenuhi sekitar 57 persen kebutuhan energi blok tersebut, sementara hampir seluruh kebutuhan minyak berasal dari luar kawasan.
Kondisi tersebut membuat perubahan harga minyak dunia dan gangguan pasokan global cepat memberikan tekanan terhadap harga energi di negara-negara Eropa.
Pemerintah Eropa Cari Cara Redam Dampak
Sejumlah pemerintah Eropa kini menggunakan kombinasi kebijakan fiskal dan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat serta membantu sektor usaha. Langkah yang ditempuh berbeda-beda, mulai dari pemotongan pajak, bantuan tunai, subsidi bahan bakar hingga pembatasan harga.
Di tingkat Uni Eropa, negara-negara anggota juga diberikan ruang sementara untuk memberikan bantuan kepada rumah tangga dan sektor yang menggunakan energi dalam jumlah besar, termasuk pertanian, transportasi, dan perikanan.
Kebijakan tersebut menjadi respons jangka pendek untuk meredam tekanan harga, sementara Uni Eropa tetap mendorong pengembangan energi domestik dan pengurangan ketergantungan terhadap impor minyak dan gas dalam jangka panjang.
Catatan Redaksi: Kebijakan subsidi dan pemangkasan pajak yang diterapkan negara-negara Eropa memiliki bentuk, nilai, dan periode berlaku yang berbeda. Kebijakan tersebut merupakan respons terhadap tekanan harga energi dan tidak berarti seluruh negara Eropa menerapkan langkah yang sama.
COMMENTS