(Istimewa)
LAMPUNG, LAJUSIAR.COM - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II, Lampung, pada Sabtu (5/9/2026).
Dampak tersebut terjadi setelah abu vulkanik hasil erupsi menyebar ke ruang udara yang dilalui sejumlah jalur penerbangan. Kondisi ini membuat beberapa penerbangan harus mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.
Tiga Penerbangan Terdampak
Pada Sabtu, sedikitnya tiga penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penerbangan tersebut meliputi TransNusa 5205 dengan rute Cengkareng menuju Lampung, TransNusa 5206 dari Lampung menuju Jakarta, serta Lion Air 242 dengan rute Cengkareng menuju Lampung.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi karena adanya sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Aktivitas Erupsi Masih Berlangsung
Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9/2026).
Erupsi berulang disertai semburan material vulkanik juga dilaporkan terjadi hingga Sabtu. Abu vulkanik bahkan menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung.
Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Masyarakat dan wisatawan juga diminta tetap waspada serta mematuhi ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.
Jadwal Penerbangan Terus Diperbarui
Pihak pengelola Bandara Radin Inten II memastikan informasi mengenai penerbangan yang terdampak terus diperbarui.
Pada Minggu (6/9/2026), sejumlah penerbangan juga dijadwalkan mengalami penundaan akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penumpang yang akan melakukan perjalanan dari maupun menuju Lampung diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandara sebelum berangkat.
COMMENTS