(AFP/FREDERIC J BROWN)
KOPENHAGEN, LAJUSIAR.COM - Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) kembali melontarkan kritik terhadap FIFA dan Presiden Gianni Infantino. Presiden DBU Jesper Moller menilai FIFA belum memberikan jawaban memadai atas sejumlah pertanyaan kritis terkait kontroversi FIFA Forward Enterprise.
Kekecewaan tersebut muncul setelah pertemuan Komite Hukum FIFA yang dinilai tidak memberikan ruang yang cukup untuk membahas persoalan tersebut. Padahal, DBU sebelumnya telah mempertanyakan proses di balik rencana yang kini telah dibatalkan itu.
DBU Kecewa Pertanyaan Tak Terjawab
Moller mengatakan dirinya menggunakan pertemuan tersebut untuk mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai proses pengambilan keputusan yang menurutnya bermasalah.
Namun, pembahasan mengenai FIFA Forward Enterprise tidak masuk dalam agenda Komite Hukum. FIFA disebut memilih menunggu pembahasan pada pertemuan Dewan FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Menurut Moller, situasi tersebut merupakan kesempatan yang terlewat bagi jajaran pimpinan FIFA untuk memberikan penjelasan kepada anggota federasi mengenai persoalan yang menjadi sorotan.
DBU menyatakan akan terus mendorong FIFA memberikan jawaban dan mengungkap secara menyeluruh persoalan yang mereka nilai tidak dapat diterima.
Serukan Pergantian Presiden FIFA
Kritik DBU tidak berhenti pada persoalan proses pengambilan keputusan. Moller kembali menyerukan perlunya pergantian kepemimpinan di tubuh FIFA.
DBU menilai FIFA sulit memulihkan kredibilitas dengan kepemimpinan saat ini. Federasi sepak bola Denmark tersebut sebelumnya juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino.
Kontroversi FIFA Forward Enterprise disebut telah memicu krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA. Rencana yang kemudian dibatalkan itu berkaitan dengan upaya FIFA menjual kepemilikan komersial dalam sejumlah kompetisi, termasuk Piala Dunia.
DBU Cari Kandidat Alternatif
DBU sebelumnya telah menyatakan akan bekerja sama dengan sejumlah federasi Eropa untuk mencari kandidat alternatif yang kredibel dalam pemilihan presiden FIFA berikutnya.
Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Sejumlah federasi nasional Eropa juga mulai menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
Meski demikian, Infantino masih memiliki dukungan yang cukup untuk mempertahankan peluangnya dalam pemilihan mendatang. Perubahan peta dukungan di sejumlah federasi menunjukkan bahwa persoalan tata kelola dan transparansi FIFA masih menjadi perdebatan menjelang pemilihan presiden.
DBU bersama sejumlah federasi lain kini mendorong adanya perubahan kepemimpinan dan peningkatan transparansi agar kepercayaan terhadap FIFA dapat dipulihkan.
COMMENTS