KOMPAS.com/Lidia Pratama Febrian
RUTENG, LAJUSIAR.COM — Penyerapan dana bantuan Presiden untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berjalan. Dari alokasi bantuan sebesar Rp20 miliar, sebagian anggaran telah digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan dampak bencana.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat untuk sejumlah wilayah di Pulau Flores yang terdampak gempa. Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan bencana di NTT.
Manggarai Mendapat Alokasi Rp20 Miliar
Kabupaten Manggarai menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan sebesar Rp20 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat dan pemulihan akibat bencana gempa.
Berdasarkan data rekapitulasi penganggaran dan pencairan Belanja Tidak Terduga (BTT) per 7 September 2026, realisasi penyerapan dana bantuan Presiden di Kabupaten Manggarai tercatat sebesar 27,37 persen.
Persentase tersebut menunjukkan bahwa penggunaan anggaran di Manggarai masih berlangsung dan belum seluruh dana yang dialokasikan terealisasi.
Penyerapan Dana di Sejumlah Daerah Berbeda
Penyerapan bantuan Presiden di daerah-daerah terdampak gempa di Flores menunjukkan angka yang berbeda. Selain Manggarai, sejumlah kabupaten juga memperoleh alokasi Rp20 miliar dengan tingkat realisasi yang beragam.
Realisasi BTT tercatat antara lain Kabupaten Ende sebesar 8,85 persen, Flores Timur 0 persen, Manggarai Barat 5,46 persen, Manggarai Timur 17,31 persen, Nagekeo 15,33 persen, Ngada 8,84 persen, dan Sikka 1,75 persen.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp40 miliar. Hingga periode yang sama, realisasi BTT di tingkat provinsi tercatat 43,23 persen.
Total Bantuan Presiden Capai Rp200 Miliar
Total bantuan Presiden untuk penanganan gempa di NTT mencapai Rp200 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan pemerintah kabupaten penerima bantuan.
Delapan kabupaten tersebut meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Pemerintah pusat sebelumnya menegaskan bahwa bantuan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Penyerapan Menghadapi Kendala di Lapangan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kendala yang membuat penyerapan dana tanggap darurat di tingkat kabupaten belum maksimal.
Kendala tersebut berkaitan dengan pelaksanaan penggunaan anggaran di lapangan. Pemerintah daerah terus melakukan penanganan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak dan ketentuan penggunaan dana bencana.
Dengan masih berlangsungnya proses penanganan bencana, realisasi penggunaan anggaran dapat mengalami perubahan seiring dengan pelaksanaan program dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Catatan Redaksi: Data persentase penyerapan dalam artikel ini mengacu pada rekapitulasi penganggaran dan pencairan BTT per 7 September 2026. Realisasi penggunaan dana dapat berubah seiring pembaruan data pemerintah daerah.
COMMENTS