| BRENDAN SMIALOWSKI |
WASHINGTON, LAJUSIAR.COM — China dan Amerika Serikat (AS) sepakat memangkas tarif timbal balik untuk sejumlah barang non-sensitif dengan nilai sekitar US$30 miliar atau setara Rp537 triliun.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari delapan poin konsensus yang dicapai Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Washington.
Kesepakatan Tarif China-AS
Kementerian Luar Negeri China menyebut kesepakatan pengurangan tarif tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan kedua negara. Selain tarif, China dan AS juga sepakat membuka dialog mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kedua negara juga berencana membentuk dewan perdagangan. Kesepakatan sebelumnya yang dihasilkan dari pembicaraan di Kuala Lumpur turut diperpanjang.
Langkah tersebut berlangsung setelah China dan AS sebelumnya menyetujui perpanjangan gencatan perdagangan selama dua bulan. Perpanjangan itu memberikan waktu tambahan bagi kedua pihak untuk merumuskan kesepakatan perdagangan yang lebih luas.
Bahas Kerja Sama AI
Dalam bidang teknologi, China dan AS sepakat menggelar dialog mengenai risiko dan manfaat AI. Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Kedua negara juga akan membangun saluran komunikasi untuk menangani berbagai insiden yang berkaitan dengan teknologi AI.
Selain persoalan perdagangan dan teknologi, kedua negara sepakat saling mendukung penyelenggaraan pertemuan pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan G20.
China Disebut Komitmen Impor Batu Bara
Kesepakatan dagang tersebut juga mencakup sejumlah komitmen perdagangan lainnya. Pemerintah AS menyebut China menyepakati impor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari AS pada 2027 dan 2028.
Kedua negara juga disebut akan mengupayakan penerapan tarif yang lebih menguntungkan untuk barang-barang non-sensitif senilai US$30 miliar dari masing-masing negara.
Kesepakatan terbaru ini menunjukkan adanya sejumlah langkah lanjutan dalam hubungan perdagangan China-AS, meski kedua negara masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan perdagangan yang lebih luas.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan mengenai hasil pertemuan China dan Amerika Serikat pada September 2026. Nilai rupiah merupakan konversi dari nilai dolar AS berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan dan dapat berubah mengikuti pergerakan nilai tukar.
COMMENTS