JAKARTA, LAJUSIAR.COM — Harga solar atau diesel di sejumlah pasar utama dunia melonjak ke level tertinggi, seiring semakin ketatnya pasokan bahan bakar dan terbatasnya kapasitas pengolahan minyak di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah kilang menghadapi gangguan produksi akibat konflik bersenjata, sementara ekspor dari beberapa negara produsen utama juga mengalami penurunan. Situasi ini membuat pasar diesel global semakin sulit memperoleh tambahan pasokan.
Kapasitas Kilang Menjadi Masalah Utama
Badan Energi Internasional (IEA) mencatat tingkat operasional kilang di Amerika Serikat telah mencapai level tertinggi dalam sekitar delapan tahun pada akhir Agustus 2026.
Namun, tingginya aktivitas kilang belum mampu mengatasi ketatnya pasar. Sejumlah fasilitas pengolahan minyak di berbagai negara mengalami kerusakan, sementara sebagian lainnya beroperasi mendekati kapasitas maksimal.
Kondisi tersebut membuat ruang untuk meningkatkan produksi solar menjadi semakin terbatas ketika permintaan dan kebutuhan pasokan meningkat.
Pasokan dari Timur Tengah Menurun
Data Kpler menunjukkan ekspor diesel dari kawasan Timur Tengah mengalami penurunan tajam. Pengiriman pada periode Maret hingga Agustus 2026 rata-rata berada di sekitar 800.000 barel per hari, atau turun sekitar separuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Padahal, kawasan Timur Tengah sebelumnya menjadi salah satu pemasok penting bagi pasar diesel dunia, termasuk Eropa.
Gangguan jalur pelayaran di kawasan tersebut turut memperbesar tekanan terhadap pasar. Berkurangnya arus pengiriman membuat negara-negara importir harus mencari pasokan alternatif di tengah kondisi persediaan yang terbatas.
Ekspor Rusia Ikut Tertekan
Rusia juga menghadapi tekanan terhadap produksi dan ekspor bahan bakar. Serangan terhadap sejumlah fasilitas pengolahan minyak dilaporkan mengganggu kapasitas produksi kilang negara tersebut.
Pembatasan ekspor diesel yang diberlakukan Rusia semakin mempersempit pasokan yang tersedia bagi pasar internasional.
Sejumlah negara yang sebelumnya mengandalkan pasokan dari Rusia pun harus mencari sumber alternatif. Kondisi tersebut terjadi ketika persediaan diesel di sejumlah pusat penyimpanan utama Eropa berada pada level rendah.
Harga Diesel AS Cetak Rekor
Dampak krisis pasokan juga terlihat di Amerika Serikat. Harga eceran diesel rata-rata nasional menembus angka lebih dari US$6 per galon pada September 2026, mencatat rekor baru.
Meski persediaan diesel AS sempat mengalami kenaikan, jumlahnya masih berada di bawah rata-rata lima tahun untuk periode yang sama.
Solar memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi Amerika Serikat karena digunakan oleh truk angkutan, sektor pertanian, kapal, kereta api, pembangkit listrik, hingga sejumlah sistem pemanas.
Harga di Asia Turut Menguat
Tekanan pasar juga merambat ke Asia. Harga patokan diesel kawasan tersebut pada pertengahan September berada di sekitar US$180 per barel.
Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan rekor di atas US$200 per barel yang sempat tercapai pada Maret 2026. Namun, harga tersebut masih sekitar dua kali lipat dibandingkan level sebelum konflik bersenjata meningkat.
Pasokan dari China juga sempat terpengaruh kebijakan pembatasan ekspor. Pengiriman produk olahan minyak dari negara tersebut menurun pada periode April hingga Juni sebelum kembali meningkat pada Agustus.
Risiko Tekanan Harga Masih Berlanjut
Ketatnya pasar diesel global membuat harga bahan bakar berpotensi tetap tinggi selama kapasitas kilang dan jalur distribusi belum kembali normal.
Persoalannya bukan hanya ketersediaan minyak mentah, tetapi juga kemampuan mengolah minyak menjadi produk jadi. Ketika kilang beroperasi mendekati batas maksimal, gangguan tambahan pada fasilitas produksi atau distribusi dapat dengan cepat memperketat pasokan.
Kenaikan harga diesel juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap biaya transportasi dan sektor-sektor yang bergantung pada bahan bakar tersebut. Kondisi itu pada akhirnya dapat menambah tekanan terhadap biaya produksi dan harga barang.
Catatan Redaksi: Perkembangan harga solar global sangat dipengaruhi kondisi geopolitik, kapasitas kilang, persediaan, serta kelancaran jalur perdagangan. Perubahan pada salah satu faktor tersebut dapat memengaruhi harga dan ketersediaan diesel di berbagai negara.
COMMENTS