Tribunnews/Fahmi Ramadhan
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Dua korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kedua korban tersebut yakni Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba. Keduanya telah tiba di Jakarta dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Sudah Mendapat Penanganan di RSCM
Humas RSCM Jakarta, Sylvia, membenarkan bahwa kedua pasien telah diterima oleh pihak rumah sakit. Tim medis RSCM kemudian memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.
Namun, pihak rumah sakit belum menyampaikan kondisi medis terbaru kedua korban secara terperinci. Informasi mengenai kondisi pasien disebut merupakan bagian dari privasi dan kerahasiaan medis.
“Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan oleh tim medis RSCM,” kata Sylvia.
Dirujuk dari Sumatera Utara
Sebelum dibawa ke Jakarta, kedua korban telah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Sumatera Utara. Salah satu korban, Febiona Purba, sebelumnya mendapatkan penanganan di beberapa rumah sakit, termasuk RSUP Adam Malik Medan.
Febiona diketahui telah menjalani pemeriksaan oleh sejumlah dokter spesialis selama menjalani perawatan di Medan. Pemantauan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan fungsi sarafnya.
Rujukan ke Jakarta dilakukan setelah adanya perhatian dari pemerintah pusat terhadap kondisi kedua korban. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebelumnya menyampaikan bahwa pemindahan tersebut dilakukan agar korban mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.
Pendampingan Medis Berlanjut
Kementerian Kesehatan memastikan proses rujukan dari Medan menuju Jakarta mendapatkan pendampingan. Penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis kedua pasien.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan pendampingan terhadap para korban akan terus dilakukan, termasuk dalam aspek kesehatan dan psikologis.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya menyebabkan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut. Penanganan terhadap korban dan proses penelusuran penyebab kejadian masih terus berjalan.
COMMENTS