JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level 86.000 dolar AS pada perdagangan 21 September 2026. Kenaikan tersebut membawa harga aset kripto terbesar di dunia itu ke level tertinggi sejak akhir Januari.
Bitcoin sempat menyentuh sekitar 86.350 dolar AS sebelum bergerak di kisaran 85.000 dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah harga BTC sebelumnya sempat tertekan hingga di bawah 76.000 dolar AS menyusul kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Sejumlah Faktor Mendorong Bitcoin
Salah satu faktor yang ikut mendukung pemulihan Bitcoin adalah membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. Pergerakan Bitcoin juga berlangsung bersamaan dengan penguatan saham teknologi di pasar Amerika Serikat.
Sentimen positif turut dipengaruhi perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Langkah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang memberikan pengecualian sementara terkait perdagangan saham yang ditokenisasi ikut menjadi perhatian pasar.
Selain itu, harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut turut memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk aset kripto, untuk kembali menguat.
Arus dana ke produk investasi Bitcoin juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Meningkatnya minat investor terhadap aset kripto ikut memperkuat momentum pemulihan harga BTC.
Investor Diminta Tidak Terbawa FOMO
Meski Bitcoin kembali mengalami kenaikan signifikan, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang tinggi. Kenaikan harga dalam waktu singkat tidak secara otomatis berarti tren tersebut akan terus berlanjut.
Pergerakan Bitcoin masih dapat dipengaruhi kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, arus dana investasi, regulasi aset kripto, serta perubahan sentimen pasar.
Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi. Membeli aset hanya karena khawatir tertinggal momentum atau Fear of Missing Out (FOMO) dapat meningkatkan risiko apabila harga kembali berbalik arah.
Catatan Redaksi: Harga Bitcoin dan aset kripto dapat berubah sangat cepat. Informasi mengenai kenaikan harga bukan merupakan jaminan bahwa tren akan berlanjut. Investor perlu mempertimbangkan risiko dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
COMMENTS