dok. Polres Batang
BATANG, LAJUSIAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah ratusan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan.
BGN menghentikan sementara operasional SPPG tersebut dengan status suspend berat. Selain itu, Kepala SPPG Bawang dicopot dari jabatannya dan akan digantikan.
BGN Temukan Dugaan Pelanggaran SOP
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan dapur SPPG.
Salah satu temuan berkaitan dengan prosedur pengolahan makanan. BGN menemukan adanya bahan pangan yang dimasak terlalu awal sebelum kemudian dipanaskan kembali. Persoalan higienitas fasilitas dan distribusi makanan juga menjadi bagian dari pemeriksaan.
BGN menyebut sebagian makanan yang telah dibagikan juga dibawa pulang oleh penerima manfaat. Praktik tersebut dinilai sebagai salah satu pelanggaran terhadap prosedur keamanan pangan yang berlaku.
“Kami sudah suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang,” kata Ketut Sumedana.
Ratusan Orang Mengalami Gangguan Kesehatan
Kasus tersebut terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi paket MBG yang didistribusikan dari SPPG Bawang. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, diare, pusing, dan lemas.
Data korban terus berubah seiring proses pendataan di lapangan. Pada Kamis (24/9/2026) dini hari, BGN mencatat 219 orang terdampak, terdiri dari 132 orang yang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Namun, laporan pemerintah daerah pada Kamis siang menunjukkan jumlah korban telah mencapai sekitar 300 orang. Pada perkembangan berikutnya, jumlah tersebut kembali bertambah dan dilaporkan telah menembus lebih dari 400 orang.
Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan penanganan para korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Biaya perawatan sementara ditanggung oleh pemerintah daerah.
Investigasi Penyebab Masih Berlangsung
BGN belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG. Pemeriksaan masih dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Batang, dan tim terkait.
Pengujian dilakukan terhadap sampel makanan serta berbagai tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Ketut mengatakan hasil investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya terhadap SPPG Bawang. BGN juga akan mengevaluasi pemenuhan standar operasional dan keamanan pangan sebelum menentukan apakah operasional dapur dapat kembali dijalankan.
Kepala SPPG Dicopot
Pencopotan Kepala SPPG Bawang menjadi bagian dari sanksi yang diberikan BGN menyusul temuan pelanggaran prosedur tersebut.
Selain sanksi terhadap pengelola, operasional SPPG saat ini dihentikan sementara. Pemerintah Kabupaten Batang juga membuka kemungkinan penghentian permanen apabila hasil evaluasi menunjukkan dapur tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk kembali melayani penerima manfaat.
BGN menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut. Hasil investigasi nantinya akan digunakan untuk menentukan tindakan lebih lanjut dan memperbaiki pelaksanaan program MBG.
Catatan Redaksi: Jumlah korban dalam kasus ini masih dapat berubah karena proses pendataan dan pemeriksaan terus berlangsung. Penyebab pasti gangguan kesehatan juga belum ditetapkan dan masih menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan sampel.
COMMENTS