(HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)
INTERNASIONAL, LAJUSIAR.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran.
Serangan tersebut menyasar sekitar 100 target yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk fasilitas pertahanan udara, radar, sistem komunikasi, serta sejumlah kemampuan militer di kawasan strategis.
AS Lakukan Serangan Besar
Militer AS menyatakan operasi terbaru diarahkan terhadap fasilitas yang dianggap berkaitan dengan kemampuan Iran mengancam kapal komersial dan pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Selain instalasi militer, dua kapal tanker milik pemerintah Iran juga menjadi sasaran serangan. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan baru AS yang dikenal sebagai "tanker for tanker" sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal di Selat Hormuz.
Serangan ini menjadi salah satu eskalasi militer terbesar antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Iran Melancarkan Serangan Balasan
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah lokasi yang menjadi kepentingan AS dan sekutunya di kawasan.
Serangan dilaporkan menyasar wilayah Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Irak. Sejumlah negara mengklaim berhasil mencegat rudal maupun drone yang datang.
Yordania, misalnya, menyatakan telah mencegat 10 rudal balistik yang masuk ke wilayahnya. Bahrain juga melaporkan upaya menghadang drone Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz
Eskalasi terbaru turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
AS menyebut operasi militernya berkaitan dengan upaya Iran menyerang kapal komersial dan aktivitas peletakan ranjau di kawasan tersebut. Sementara Iran menilai serangan AS harus mendapat balasan.
Situasi tersebut membuat konflik AS-Iran kembali memasuki fase berbahaya setelah sebelumnya sempat mengalami jeda dalam pertempuran.
Hingga Rabu (2/9/2026), belum terlihat tanda-tanda kuat bahwa eskalasi militer antara kedua pihak akan segera berhenti.
COMMENTS