gambar ilustrasi
YOGYAKARTA, LAJUSIAR.COM - Aktivitas Gunung Merapi masih terpantau pada Senin (21/9/2026). Gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut tetap berstatus Level III atau Siaga.
Berdasarkan pemantauan BPPTKG, aktivitas Merapi ditandai dengan guguran lava pijar yang mengarah ke kawasan hulu Kali Sat atau Kali Putih. Pada periode pengamatan tertentu, luncuran material tersebut tercatat mencapai jarak hingga sekitar 1,8 kilometer.
Aktivitas kegempaan juga masih terjadi. Pemantauan BPPTKG mencatat gempa guguran serta gempa hybrid atau fase banyak yang menunjukkan bahwa aktivitas di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.
Potensi Bahaya Gunung Merapi
Potensi bahaya yang masih diwaspadai berupa guguran lava dan awan panas guguran. Sektor selatan-barat daya menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Potensi bahaya di sektor tersebut mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer dari puncak.
Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Selain ancaman guguran lava dan awan panas, lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Merapi Masih Berstatus Siaga
Dengan kondisi tersebut, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas gunung terus dipantau melalui pengamatan visual dan instrumen oleh petugas.
Masyarakat di kawasan yang masuk zona potensi bahaya diimbau mematuhi ketentuan dan arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.
COMMENTS