(Rahmat Panji (Kompas.com)
SOLOK, LAJUSIAR.COM — Akses Jalan Nasional Padang-Solok di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali dapat dilalui kendaraan setelah sempat terganggu akibat banjir bandang.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan jalur tersebut sudah terbuka untuk lalu lintas dari kedua arah. Meski demikian, proses pembersihan material banjir masih terus dilakukan karena lumpur dan sedimen masih ditemukan di sejumlah bagian jalan.
Jembatan Dipastikan Aman
Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan struktur jembatan di lokasi terdampak dalam kondisi aman untuk dilalui.
Menurutnya, akses jalan telah dibersihkan sehingga kendaraan dapat kembali melintas. Namun, pengguna jalan tetap perlu berhati-hati karena pekerjaan pembersihan masih berlangsung dan hujan masih berpotensi turun di kawasan tersebut.
“Struktur jembatan juga aman, jalan sudah kita bersihkan dan akses sudah bisa dilewati. Sudah terbuka lalu lintas. Hanya karena sekarang masih suka hujan dan kegiatan perbaikan masih berlangsung, masih ada lumpur-lumpur di jalan,” kata Elsa di Arosuka, Rabu (23/9/2026).
29 Alat Berat Dikerahkan
BPJN bersama unsur Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, BUMN infrastruktur, dan berbagai pihak terkait terus mempercepat pembersihan material banjir.
Sebanyak 29 unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan sedimen yang terbawa banjir bandang. Pekerjaan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.
Pembersihan dilakukan tidak hanya agar jalan kembali bisa dilalui, tetapi juga untuk memastikan kondisi jalur lebih aman dan nyaman bagi masyarakat serta kendaraan yang melintas.
Penanganan Sungai dan Hulu Dilanjutkan
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang turut mengerahkan satu unit excavator long arm ke Kabupaten Solok untuk mendukung penanganan dampak banjir bandang.
Pembersihan sungai dan muara juga dilakukan guna memperlancar aliran air serta mengurangi risiko material kembali menghambat aliran dan memicu banjir susulan.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kajian dan desain cepat di kawasan hulu untuk menentukan penanganan lanjutan. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya pengendalian material dan mitigasi banjir.
Bantuan Air Bersih untuk Warga
Penanganan pascabencana juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat memobilisasi tiga unit mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.
Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap sejumlah infrastruktur yang terdampak, termasuk fasilitas pelayanan air minum, sanitasi, dan bangunan pemerintahan.
Pemulihan akses Padang-Solok diharapkan dapat mendukung kembali mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan proses penanganan pascabanjir di Kabupaten Solok.
Catatan Redaksi: Meski akses jalan dan jembatan telah kembali dapat dilalui, pekerjaan pembersihan serta penanganan pascabanjir masih berlangsung. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, terutama saat hujan turun dan aktivitas alat berat masih berlangsung.
COMMENTS