| Dok. Pemkot Yogyakarta |
YOGYAKARTA, LAJUSIAR.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, sebanyak empat rumah warga menjadi sasaran program bedah rumah yang mengedepankan semangat gotong royong.
Program tersebut melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, serta pihak swasta. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan sebagai upaya membantu warga mendapatkan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.
Perbaikan Rumah Dilakukan Bersama
Pelaksanaan bedah rumah menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemkot Yogyakarta terhadap warga yang masih tinggal di hunian dengan kondisi kurang layak.
Berbagai unsur dilibatkan dalam proses perbaikan, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat di lingkungan sekitar. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses renovasi sekaligus meringankan beban warga penerima manfaat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebelumnya menegaskan bahwa program perbaikan RTLH dapat dilakukan melalui gotong royong tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Menurut Hasto, pola kolaborasi tersebut juga dapat menjadi solusi bagi rumah warga yang memiliki kendala tertentu, termasuk persoalan administrasi lahan.
Target Perbaikan Capai 200 Rumah
Pemkot Yogyakarta menargetkan sebanyak 200 rumah tidak layak huni dapat diperbaiki sepanjang 2026 melalui pola gotong royong dan kemitraan.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, program serupa telah membantu memperbaiki puluhan rumah warga.
Hasto berharap keterlibatan berbagai pihak dapat membuat program tersebut terus berjalan secara berkelanjutan sehingga jumlah rumah tidak layak huni di Kota Yogyakarta dapat terus ditekan.
Tidak Hanya Mengandalkan Anggaran Pemerintah
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah keterlibatan sektor swasta dan masyarakat.
Dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan material, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga tenaga masyarakat yang ikut bergotong royong memperbaiki rumah.
Pola tersebut memungkinkan perbaikan rumah tetap berjalan meskipun tidak seluruh kebutuhan harus dibebankan kepada APBD maupun APBN.
Tingkatkan Kualitas Hunian Warga
Program bedah rumah tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan. Hunian yang sehat juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Rumah dengan kondisi atap rusak, lantai maupun dinding yang tidak memadai, serta fasilitas sanitasi yang kurang baik dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni.
Karena itu, perbaikan RTLH diarahkan untuk menciptakan tempat tinggal yang lebih aman dan memenuhi standar kelayakan bagi keluarga penerima manfaat.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Pemkot Yogyakarta berharap semangat gotong royong dapat terus dipertahankan dalam berbagai program sosial.
Keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dinilai dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni secara bertahap.
Melalui sinergi tersebut, program bedah rumah diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial antarwarga di Kota Yogyakarta.
COMMENTS