Tribun Jogja |
GUNUNGKIDUL, LAJUSIAR.COM - Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Gunungkidul mendapat dukungan melalui program berbasis masyarakat yang diluncurkan di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar.
Program yang digagas Herbalife Indonesia bersama Yayasan Cita Sehat tersebut akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Pada tahap awal, sebanyak 275 orang diproyeksikan menjadi penerima manfaat.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.
275 Warga Menjadi Sasaran Awal
Pada tahun pertama pelaksanaan, program tersebut menyasar 275 orang dari sejumlah kelompok yang dianggap membutuhkan pendampingan dalam upaya pencegahan stunting.
Sasaran program meliputi ibu hamil dan menyusui, calon ibu, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta petugas lapangan keluarga berencana.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak sebelum kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak.
Program Berjalan Tiga Tahun
Program pencegahan stunting dan sanitasi ini dirancang untuk berjalan hingga 2028. Pelaksanaan jangka panjang tersebut ditujukan agar intervensi tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat membangun kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Pada tahap awal 2026, Herbalife Indonesia memprakarsai program, sedangkan Yayasan Cita Sehat mengoordinasikan pelaksanaan di lapangan bersama tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan setempat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama Herbalife Indonesia dengan Kementerian Kesehatan periode 2024-2029 untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Tiga Pilar Jadi Dasar Program
Pelaksanaan program di Kedungkeris dibangun melalui tiga pilar yang saling berkaitan. Ketiganya mencakup aspek nutrisi dan kesehatan, edukasi serta peningkatan kapasitas, kemudian penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.
Pilar pertama diarahkan pada dukungan nutrisi serta pendampingan kesehatan ibu. Pendampingan selama masa kehamilan dan menyusui juga menjadi bagian dari kegiatan.
Pilar kedua berfokus pada edukasi masyarakat. Kegiatannya antara lain pelatihan kader, edukasi tumbuh kembang anak, serta pemahaman mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sementara pilar ketiga menyasar fasilitas kesehatan dan sanitasi. Dukungan dilakukan secara bertahap untuk penyediaan toilet yang layak, fasilitas kesehatan desa, serta jaringan air minum hingga 2028.
Tujuh Posyandu Mendapat Peralatan
Dalam peluncuran program, Herbalife Indonesia turut menyerahkan tujuh paket peralatan pemantauan tumbuh kembang anak. Peralatan tersebut diperuntukkan bagi tujuh Posyandu yang berada di Kalurahan Kedungkeris.
Dukungan lainnya berupa paket nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Bantuan tersebut menjadi bagian dari intervensi awal program yang diharapkan dapat memperkuat layanan di tingkat masyarakat.
Herbalife Indonesia dan Pemerintah Kalurahan Kedungkeris juga menandatangani komitmen untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
Herbalife Tekankan Pendekatan Menyeluruh
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Menurutnya, upaya yang dilakukan tidak hanya menyentuh persoalan nutrisi, tetapi juga edukasi perubahan perilaku, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi.
Ia menegaskan kolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan agar program dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pendampingan Keluarga Rentan Diperkuat
Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu kunci agar intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.
Yayasan Cita Sehat akan bekerja sama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberikan pendampingan kepada keluarga yang masuk dalam kelompok rentan.
Dengan keterlibatan tenaga dan kader di tingkat desa, program diharapkan dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyesuaikan pendampingan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Fasilitas Kesehatan Desa Ikut Diperkuat
Selain edukasi dan dukungan nutrisi, penguatan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari program tersebut.
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Kedungkeris telah diresmikan pada Agustus 2026. Sebelumnya, fasilitas Posyandu yang dibangun Herbalife di Sendowo Kidul dialihfungsikan menjadi Poskesdes atas permintaan otoritas kesehatan setempat karena telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar di tingkat kalurahan.
Kepala Kalurahan Apresiasi Program
Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, menyambut baik kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayahnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Herbalife terhadap pembangunan fasilitas Posyandu di Kedungkeris.
Menurut Rusdi, fasilitas yang dibangun bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga menjadi tambahan sumber daya untuk memperkuat semangat masyarakat dalam mencegah stunting.
Fokus Tidak Hanya pada Nutrisi
Program yang berlangsung hingga 2028 ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas. Faktor nutrisi, kesehatan ibu dan anak, perilaku hidup sehat, hingga kondisi sanitasi menjadi bagian yang saling berhubungan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan fasilitas yang lebih baik untuk menjaga kesehatan keluarga.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak di Kalurahan Kedungkeris.
Program pencegahan stunting di Kedungkeris akan berlangsung hingga 2028 dengan sasaran awal 275 penerima manfaat. Selain dukungan nutrisi, program ini memperkuat edukasi, layanan kesehatan, serta sanitasi sebagai bagian dari upaya jangka panjang mencegah stunting di Gunungkidul.
Catatan redaksi: Program ini merupakan inisiatif Herbalife Indonesia bersama Yayasan Cita Sehat dan pemangku kepentingan setempat yang dilaksanakan di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.
COMMENTS