Dok. BPBD Kabupaten Blitar
BLITAR, LAJUSIAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Kawi meluas hingga wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.500 hektare.
Kebakaran tersebut merupakan bagian dari karhutla yang sebelumnya terjadi di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang di Kabupaten Malang. Api kemudian merembet ke sisi selatan Pegunungan Kawi hingga memasuki wilayah Blitar.
Api Merembet ke Wilayah Blitar
Di wilayah Blitar, titik api terpantau berada di kawasan Gunung Pitrang. Lokasi tersebut masuk wilayah KPH Blitar dan berada di kawasan hutan lindung.
Polres Blitar bersama tim gabungan sebelumnya mendirikan posko darurat untuk menangani karhutla setelah satelit mendeteksi titik panas di kawasan hutan lindung BKPH Ampelgading. Titik tersebut berada di sisi lereng selatan Puncak Pitrang dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko.
Perkembangan kebakaran di kawasan Pegunungan Kawi menunjukkan api sempat padam di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Namun, titik api masih bertahan di kawasan Gunung Pitrang yang berada di Kabupaten Blitar.
Berawal dari Gunung Buthak
Kebakaran Pegunungan Kawi pertama kali dilaporkan muncul pada 1 September 2026 di Petak 100 Gunung Buthak, Kabupaten Malang. Saat itu, area yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare.
Api kemudian kembali muncul setelah kawasan pegunungan diterpa angin kencang. Kobaran api meluas ke Gunung Buthak dan Kawinajang sebelum akhirnya merambat menuju wilayah Blitar pada pertengahan September.
Perkembangan api yang cepat dipengaruhi kondisi medan pegunungan serta angin kencang. Upaya pemadaman dari darat juga menghadapi tantangan karena sejumlah titik berada di medan yang sulit dijangkau.
Pemadaman Menggunakan Water Bombing
Untuk menjangkau titik api di medan ekstrem, pemadaman dilakukan dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan operasi water bombing menggunakan helikopter.
Operasi water bombing dilakukan secara bertahap untuk menjatuhkan air langsung ke lokasi yang masih terbakar. Hingga 20 September 2026, operasi tersebut telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.
Petugas terus melakukan pemantauan dan penyisiran untuk memastikan titik api dapat dikendalikan. Penanganan juga dilakukan secara terkoordinasi oleh unsur kepolisian, BPBD, Perhutani, dan instansi terkait.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan mengenai karhutla di kawasan Pegunungan Kawi yang meluas dari wilayah Malang hingga Blitar. Angka sekitar 1.500 hektare merupakan estimasi luas area terdampak secara keseluruhan, sedangkan luasan khusus wilayah Blitar dapat berbeda berdasarkan hasil pendataan terbaru.
COMMENTS