![]() |
| (KOMPAS.com/Rahel) |
JAKARTA, LAJUSIAR.COM - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp4,68 triliun untuk Kementerian Kehutanan pada tahun anggaran 2027.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sebelumnya, Kementerian Kehutanan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp1,55 triliun. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan kementerian.
Raja Juli mengatakan Kementerian Kehutanan sebelumnya mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,238 triliun. Dari angka tersebut, tambahan yang telah disetujui baru mencapai Rp1,55 triliun.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp4,68 triliun.
Untuk Pengamanan dan Karhutla
Menurut Raja Juli, tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk sejumlah program, mulai dari penguatan kelembagaan hingga pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Anggaran tambahan juga diarahkan untuk penguatan patroli keamanan hutan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah penyewaan enam unit helikopter dan enam pesawat water bomber.
Armada tersebut nantinya digunakan untuk mendukung patroli, pemantauan kawasan hutan, deteksi dini hingga penanganan dan pemadaman karhutla.
Raja Juli menjelaskan, skema sewa dipilih karena dinilai lebih fleksibel dibandingkan membeli aset. Pemerintah juga tidak perlu menanggung biaya pemeliharaan dan risiko teknis pesawat secara langsung.
Kebutuhan operasional untuk 12 pesawat udara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,54 triliun per tahun.
Selain penanganan karhutla, tambahan anggaran yang diajukan juga mencakup pengentasan kemiskinan ekstrem, pemulihan bencana, serta penguatan tata kelola kawasan hutan.
Kementerian Kehutanan berharap usulan tambahan Rp4,68 triliun tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pembahasan dan penyusunan pagu anggaran tahun 2027.
