![]() |
| dok. ANTARA/Susanti Sako |
GORONTALO UTARA, GORONTALO, LAJUSIAR.COM — Pembangunan pabrik pakan ayam di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dijadwalkan mulai direalisasikan pada September 2026. Kehadiran fasilitas industri tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor peternakan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri ternak ayam secara terintegrasi. Pemerintah daerah berharap manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Lebih dari Seribu Tenaga Kerja Lokal Ditargetkan Terserap
Dalam rencana pengembangan tersebut, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang. Dari jumlah itu, lebih dari 1.000 posisi ditargetkan dapat diisi oleh masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyatakan akan ikut mengawal proses rekrutmen agar kesempatan kerja dari investasi tersebut benar-benar dapat diakses warga daerah.
“Kami akan mengawal proses rekrutmen sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesempatan kerja baru dapat dinikmati masyarakat lokal,” ujar Nurjana.
Bangun Ekosistem Peternakan dari Hulu hingga Hilir
Pabrik pakan tersebut tidak berdiri sebagai fasilitas industri yang terpisah. Proyek ini dirancang menjadi bagian dari ekosistem peternakan ayam yang mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyediaan bibit, pembesaran ayam, produksi pakan, pengolahan daging hingga fasilitas rumah potong hewan unggas.
Konsep tersebut diharapkan membuat rantai produksi peternakan di Gorontalo Utara semakin terintegrasi. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya tumbuh pada sektor industri, tetapi juga dapat memberikan dampak kepada peternak, petani, UMKM dan koperasi.
Jagung Lokal Berpeluang Terserap Industri
Kehadiran pabrik pakan juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian. Gorontalo merupakan salah satu daerah penghasil jagung dan komoditas tersebut menjadi bahan penting dalam produksi pakan ayam.
Dengan adanya industri pakan di daerah, hasil panen jagung lokal memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke rantai pasok industri. Kondisi ini diharapkan mampu memperluas pasar bagi petani sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Data yang disampaikan pemerintah menyebut produksi jagung Gorontalo pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 1,5 juta ton. Sementara dalam komposisi pakan ayam, jagung dapat menyumbang sekitar 40 hingga 60 persen bahan baku.
Investasi Diperkirakan Rp590 Miliar
Pemerintah daerah menyatakan mendukung penuh pembangunan industri ternak ayam terintegrasi tersebut. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp590 miliar.
Investasi tersebut mencakup rangkaian usaha peternakan, mulai dari pengembangan Day Old Chick (DOC), pembibitan dan pembesaran ayam, produksi pakan, pengolahan atau pembekuan daging, hingga pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).
Nurjana berharap pembangunan industri tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan industri terintegrasi juga diharapkan memperkuat posisi Gorontalo Utara dalam pengembangan sektor peternakan.
Dorong Munculnya Pusat Ekonomi Baru
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melihat proyek tersebut sebagai salah satu peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
Pengembangan industri dari sektor hulu hingga hilir dinilai dapat menciptakan mata rantai ekonomi yang lebih panjang. Petani memperoleh pasar bahan baku, tenaga kerja mendapatkan kesempatan kerja, sementara pelaku usaha lokal berpeluang ikut masuk dalam ekosistem pendukung industri.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar proyek tersebut dapat direalisasikan sesuai rencana.
Dengan investasi yang besar dan target penyerapan ribuan tenaga kerja, pembangunan pabrik pakan ayam di Gorontalo Utara diharapkan menjadi salah satu penggerak baru ekonomi daerah sekaligus memperkuat hilirisasi sektor peternakan di Provinsi Gorontalo.
